Awal Mei, Krematorium Surabaya Dioperasikan

Awal Mei, Krematorium Surabaya Dioperasikan
Tempat pengabuan jenazah atau disebut krematorium, rencananya mulai dipakai awal Mei 2019. Krematorium milik Pemkot Surabaya ini berada di wilayah Keputih, Sukolilo, Surabaya Timur.

Ia menjelaskan untuk bahan bakar yang digunakan nantinya adalah solar. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa menggunakan bahan bakar gas. Sementara untuk biaya administrasi, Aswin menyebut, paling murah sekitar Rp 800 ribu. Besaran tarif tersebut tergantung dari tebal peti jenazah. “Kalau kita study banding di Juanda Jalan Raya itu biaya paling murah sekitar Rp 3 juta,” jelasnya.

Krematorium yang memiliki luas sekitar 1 hektar itu, rencananya ke depan juga bakal ditambah dengan fasilitas tempat persemayaman atau penyimpanan untuk jenazah. Namun, saat ini Pemkot Surabaya masih fokus menyelesaikan tahap pemavingan untuk kebutuhan fasilitas jalan menuju krematorium.

Aswin menambahkan pihaknya berpesan kepada seluruh masyarakat agar nantinya bisa memanfaatkan layanan fasilitas tersebut, dimana harganya relatif lebih murah dibanding dengan pihak swasta. “Saya harap nanti bisa dimanfaatkan khususnya untuk masyarakat Surabaya,” pesannya.

Sebelum memanfaatkan layanan fasilitas krematorium itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar menyiapkan beberapa syarat keperluan. Diantaranya, KK (Kartu Keluarga) dan KTP (Kartu Tanda Pendudukan) orang yang meninggal, KK serta KTP ahli waris selaku pemohon. Serta surat kematian dari Rumah Sakit, dokter atau Puskesmas. “Terus surat pengantar dari RT dan RW. Sementara untuk warga yang menggunakan SKTM, menurut Perwali akan digratiskan,” katanya. (wt)