Bagi Andi Budi, itu adalah bentuk motivasi untuk masing-masing caleg, agar bekerja lebih keras lagi menyosialisasikan partai di hari-hari terakhir menuju pencoblosan. Dan jika target setiap dapil bisa direalisasi, maka suara Golkar bisa memegang 20 persen suara di parlemen, sehingga bisa menentukan suaranya sendiri.
Dari gelanggang DBL, sorenya Andi Budi kembali melanjutkan blusukannya ke sejumlah kampung. Di Balai RW X, Petemon III, bersama dengan ibu-ibu, Andi Budi menggelar pengajian hingga pukul 19.00 WIB. Dari situ, dilanjutkan ke Petemon Sidomulyo 1 No. 26, dan blusukannya berakhir di wilayah Made Selatan, Surabaya Barat, sekitar pukul 23.00 WIB.
“Ya, sambil pengajian dan mengenalkan profil diri sebagai caleg dan program-program kerja, di setiap lokasi blusukan saya juga selalu menyosialisasikan bagaiman cara mencoblos di surat suara yang ada lima lembar itu. Alhamdulillah, sejauh ini semakin banyak masyarakat yang paham, termasuk warna-warna setiap surat suara,” kata Andi Budi.
Di Pemilu 2019 ini, adalah lima surat suara. Yakni, surat suara bercover abu-abu untuk pilpres, warna kuning untuk DPR RI, biru untuk DPRD Provinsi, hijau DPRD kab/kota, dan warna merah untuk DPD. (wt)





