Meskipun tidak bisa menghindari perbedaan pendapat dalam debat, Priyo mengatakan bahwa Sandiaga tetap menunjukkan kesantunan dan rasa hormat terhadap K.H. Ma’ruf yang menjadi lawannya.
“Saya sendiri dalam dua kali pertemuan dengan Sandiaga menyampaikan karena disaksikan jutaan rakyat Indonesia bila ada perbedaan pendapat disampaikan saja. Alhamdulillah, tadi penekanannya tetap ada tetapi tetap ditampilkan Sandiaga yang khas, yaitu yang menghormati K.H. Ma’ruf,” tuturnya.
Namun, Priyo menilai yang terbaik dari penampilan Sandiaga dalam debat adalah 4 menit terakhir dalam menyampaikan pernyataan penutup.
Menurut Priyo, penampilan Sandiaga pada sesi awal hingga menjelang pernyataan penutup memberikan nilai tambah terhadap penampilan Prabowo pada dua debat sebelumnya.
Namun, puncaknya adalah pernyataan penutup Sandiaga yang menurut Priyo sangat ampuh dalam menyampaikan visi dan misi Prabowo-Sandiaga mengenai persoalan-persoalan di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.
“Itu saja dari saya. Saya sampai detik ini Anda wawancarai, saya masih tenger-tenger. Itu bahasa Jawa, artinya saya masih terkagum-kagum terhadap Sandiaga Uno,” katanya.
Debat putaran ketiga diikuti dua calon wakil presiden bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.
Pemilihan Presiden 2019 akan diikuti dua pasangan calon, yaitu Pasangan Calon Nomor Urut 01 Joko Widodo-K.H. Ma’ruf Amin dan Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (ant)





