“Saya selaku anggota Komisi IX DPR-RI hanya memberikan edukasi bagi masyarakat atas apa yang disampaikan terkait bahaya obat ilegal bersama BPOM. Karena kita juga kemitraan, yang intinya memberikan komunikasi, informasi maupun edukasi bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan obat obatan,” jelasnya.
Abidin Fikri mengatakan, acara tersebut dianggap sangat penting karena banyak temuan atau indikasi obat-obat ilegal yang beredar di masyarakat. Kondisi tersebut harus diwaspadai.
Kepala Bidang Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang juga hadir di acara tersebut menilai, acara tersebut sangat membantu masyarakat Bojonegoro. “Dengan acara itu, masyarakat jadi tau bahwa perlu kehati-hatian saat membeli atau mengkonsumsi obat,” ujarnya. (rin)





