Sumatera Utara – Proses negosiasi dengan keluarga terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara berlangsung tegang. Istri terduga teroris Husain tidak mau menyerahkan diri ke Densus 88. Saat proses negosiasi berjalan, istri Husain alias Abu Hamzah meledakkan diri dengan bom pipa yang berada di dalam rumahnya.
Tak hanya istri Husain yang tewas, anak Husain yang berada di rumah juga ikut terbunuh. Kepastian ini didapat setelah tim Inafis dan Labfor menemukan jenazah istri dan anak Husain di rumahnya. Kini jenazah istri dan anak terduga teroris Husain telah dibawa ke Rumah Sakit Sibolga untuk diotopsi.
Sementara itu Personel kepolisian satuan Detasemen Khusus 88 Anti Teror kembali temukan sebanyak 300 kilogram bahan peledak pembuat bom lontong di Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Ratusan kilogram bahan peledak itu ditemukan dari rumah seorang terduga teroris yang ditangkap petugas berinisial AK alias Ameng di Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga.
“Bahan peledak disimpannya di dekat saluran pembuangan. Jumlahnya mencapai 300 kilogram,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, Rabu
Agus menjelaskan, bahan peledak tersebut ditanam dan kemudian ditimpa dengan semen di saluran pembuangan rumah. Seluruh bahan peledak itu kini sudah diamankan petugas.





