Rabu, 24 April 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriSatu Pejabat Ditahan, Kejari Kabupaten Kediri Kembangkan Dugaan Korupsi

    Satu Pejabat Ditahan, Kejari Kabupaten Kediri Kembangkan Dugaan Korupsi

    KEDIRI – Paska ditangkapnya salah satu mantan Pejabat Kabupaten Kediri berinisial SP, Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Rabu (14/2/2018), terus melakukan serangkaian pengembangan.

    Data yang dihimpun menyebutkan, Pejabat wanita yang awalnya sebagai salah satu Kepala SKPD, pada tahun 2015 hingga 2016, diduga menyelewengkan dan berkisar Rp 500 juta.

    Kepala Kejaksaan Kabupaten Kediri Subroto SH MH membenarkan, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap S, yang merupakan mantan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan di lingkungan Pemkab Kediri.

    ” Sekarang Dinas ini berubah nama menjadi, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. Dan, mantan Pejabat SP sudah ditahan sejak, Selasa (13/2/2018) ” ungkapnya

    Menurut Subroto, sebelumnya anggotanya telah melayangkan surat pemanggilan sesuai tahapan. Hingga, pihaknya melakukan upaya pemeriksaan terhadap yang bersangkutan

    Baca juga :  Bupati Mas Dhito Ajak Masyarakat Sukseskan Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Kediri

    ” Dari serangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan, kami menetapkan SP sebagai tersangka” urainya.

    Subroto mengatakan, penetapan tersangka telah sesuai dari hasil pemeriksaan. Bahkan, pihaknya melakukan penyelidikan terkait kasus ini sejak lama.

    ” Sprindik turun sejak awal Januari 2018 lalu. Dan, dugaan sementara, tersangka terbukti menyelewengkan dana anggaran dengan kerugian berkisar Rp 500 juta,” tegasnya.

    Ketika ditanya, modus yang dilakukan tersangka, Subroto menjabarkan, diduga yang bersangkutan membuat sejumlah anggaran fiktif yang diambil dari APBD yang tidak sesuai peruntukkannya.

    ” Dugaan sementara, tersangka memakai dana itu untuk keperluan pribadi dan belum mengarah ke lainya ,” ucap Kajari yang hobi bersepeda ini.

    Sementara, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyidikan terkait kasus dugaan penyelewengan dana yang merugikan negara ratusan juta tersebut.(bud)

    Reporter : Arya Budi

    Editor : Nakula

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan