Jakarta – Kalangan DPR Rk sangat perhatian terkait pengembangan energi baru dan terbarukan di Tanah Air. Mengingat sumber energi panas bumi sebagai energi terbarukan dapat menggantikan peran energi fosil yang cadangannya terus menurun dari waktu ke waktu.
Sementara pada saat yang sama, Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia.
Wakil ketua Komisi Vll DPR RI Ridwan Hisyam menyatakan ini saat memimpin kunjungan kerja operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT. Geo Dipa Energi (Persero) di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Menurutnya, sesuai Paris Agreement, Indonesia sudah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen tahun 2030. Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN), pada 2025, harus mencapai bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar minimal 23 persen.





