SURABAYA, WartaTransparansi.com – Pemkot Surabaya belum menerapkan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan masih menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
“Soal WFH kita tunggu ya, arahan dari Pak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Eri.
Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya selama ini tidak menerapkan skema Work From Home (WFH), melainkan Work From Anywhere (WFA). Dalam praktiknya, pegawai tetap bekerja dekat dengan masyarakat melalui Balai RW.
“Kalau Pemkot Surabaya itu tidak ada WFH, dulu-dulu yang ada WFA. Jadi di mana? (pegawai) Pemerintah kota Surabaya dari dulu tidak pernah ada di kantor, tapi kantornya ada di Balai RW,” katanya.
Wali Kota Eri menilai, konsep WFA yang diterapkan Pemkot Surabaya selama ini memungkinkan pegawai bekerja lebih fleksibel dengan mendekatkan pelayanan kepada warga.
“Makanya anywhere, kalau ini kan Work From Home (WFH), berarti nanti yang sama saja. Kenapa dulu dia kerja di Balai RW, itu adalah mereka yang punya rumah terdekat di sana,” tuturnya.
Menurutnya, secara administratif kantor tetap berada di Balai Kota Surabaya , namun pelayanan publik tersebar di Balai RW. “Jadi kantornya di mana? Di pemerintah kota, di balai kota, tapi ngantornya (kerjanya) di Balai RW,” tegasnya.
Terkait kebijakan ke depan, Pemkot Surabaya tetap menunggu keputusan pemerintah pusat. Namun, ia menekankan bahwa salah satu tujuan utama kebijakan seperti WFH atau WFA adalah penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Jadi terkait dengan WFA ini, kita tunggu arahan Presiden. Tapi yang pasti untuk penghematan BBM, karena WFA itu maksudnya dibuat penghematan BBM,” jelasnya.





