Program GenZ Surabaya Dorong Wirausaha Anak Muda, Pemkot Terapkan WFA untuk Efisiensi BBM

Program GenZ Surabaya Dorong Wirausaha Anak Muda, Pemkot Terapkan WFA untuk Efisiensi BBM
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Surabaya, Wartatransparansi.com – Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong pemberdayaan ekonomi generasi muda melalui program GenZ yang difokuskan pada pengembangan wirausaha. Program ini sekaligus menjadi strategi untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa bantuan dana dalam program GenZ tidak boleh digunakan untuk kegiatan seremonial atau kepanitiaan, melainkan harus produktif.

“Dana ini harus digunakan untuk usaha yang bisa menggerakkan ekonomi, bukan untuk kegiatan yang sifatnya habis pakai,” tegas Eri.

Ia menjelaskan, peserta program akan didampingi oleh pemerintah kota, DPRD, hingga perangkat wilayah seperti camat dan lurah. Bahkan, Pemkot telah menjalin kerja sama dengan sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) untuk menyerap hasil usaha para peserta.

Sebagai contoh, bantuan dapat digunakan untuk membeli peralatan usaha seperti mesin cuci, yang kemudian dimanfaatkan untuk layanan laundry dengan pasar dari sektor Horeka.

“Supaya anak-anak muda tidak bingung setelah lulus sekolah atau kuliah. Harus ada kegiatan ekonomi yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga mengkaji kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Berbeda dengan Work From Home (WFH), konsep WFA telah lama diterapkan melalui pelayanan di balai RW.

Eri menyebut, ke depan pegawai negeri sipil (PNS) akan didorong menggunakan transportasi umum, khususnya pada hari tertentu seperti Jumat, guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Kami ingin ada penghematan energi sekaligus perubahan pola kerja yang lebih fleksibel,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas