Pasuruan, Wartatransparansi.com –
Suasana semakin panas saling tampil samar, ketika Gambus “Al Oud”Purwakarta pimpinan Rasam Attamimi, dengan petikan Gambus dan iringan musik pendukung, terus mengalun merdu.
Suasana semakin memanaskan ketika dua penyanyi Ali Syahbal (Solo) dan Rasam Attamimi (Purwakarta), Jumat malam (26/3/2026), menyanyikan lagu lagu hit.
“Judul lagu Anas Yaumul Wet” disambut samar dari sejumlah tokoh, silih berganti samar dengan pakem khas. “Ana menikmati walupun ngos-ngosan,” kata Isom Sungkar, Jumat malam (26/3/2026).
Seperti diketahui, “samar” dalam konteks Arab memiliki beberapa arti, utamanya merujuk pada percakapan malam, persahabatan, atau menghabiskan malam dengan hiburan/musik. Istilah ini berasal dari akar kata Arab “samara” yang berarti mengobrol di malam hari.
Selain itu, Samar adalah nama perempuan Arab yang umum, sering dikaitkan dengan makna “cokelat” atau bayangan bulan.
Makna dan Konteks “Samar” dalam Bahasa Arab, adalah Percakapan Malam (Conversations at Night): Merujuk pada aktivitas sosial atau hiburan yang dilakukan pada malam hari, sering kali melibatkan musik dan puisi.
Nama perempuan Samar adalah nama yang populer untuk perempuan di budaya Arab dan Islam.
Suasana malam persahabatan menjadi semakin hidup karena semua menikmati, apalagi dengan sajian khas masakan serba kambing, marak (kikil kuah bening), gulai, sate, krengsengen, kambing goreng, dan minuman kopi dan teh. Semua menjadi persahabatan semakin erat dan mengikat, seperti kain tenun yang direkat dari benang satu dan benang yang lain. Indah dan semakin indah ketika menjadi kain, persahabatan semakin indah ketika menjadi persatuan dan persaudaraan. Perang Iran Versus AS-Israel seakan-akan terlupakan. (*)





