BANYUWANGI – Puncak arus balik di penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi diprediksi terjadi pada 26-29 Maret. Namun kepadatan arus balik sudah terasa sejak Senin kemarin.
Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Selasa (24/3/2026) digelar rapat koordinasi yang dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, dan Forkopimda, serta stakeholder terkait di Posko ASDP Ketapang.
Rakor tersebut juga terhubung langsung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara daring.
Wakil Bupati Banywuwangi Mujiono mengimbau pemudik bisa mengatur waktu perjalanan lebih awal, atau memilih waktu di luar periode puncak arus balik.
“Bagi pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, dan terus memantau informasi agar tidak terjadi kepadatan. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Work Form Anywhere (WFA), yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi alternatif dalam memilih waktu perjalanan,” kata Mujiono.
Dalam rakor tersebut, telah disiapkan mitigasi dan beberapa langkah antisipasi apabila terjadi kepadatan. Salah satunya disiapkan Buffer Zone atau sejumlah kantong parkir yang tersebar di 16 titik di sekitar Pelabuhan Ketapang.
“Ada 16 titik buffer zone yang disiapkan untuk menampung kendaraan jika terjadi kepadatan,” kata Kapolresta.
Selain itu, disiagakan sebagai kantong parkir tambahan di seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, SPBU Sri Tanjung, serta kawasan Grand Watu Dodol (GWD).
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan dan menjaga kelancaran arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Jawa–Bali.
“Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, serta stakeholder terkait lainnya juga terus disiagakan,” tambah Kapolresta.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan untuk kelancaran kini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa wajib membeli tiket melalui platform digital Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60. (*)





