MADIUN, WartaTransparansi.com – Dua unit tram mover produksi PT INKA (Persero) yang sebelumnya berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dikembalikan ke Madiun. Saat ini, kedua unit tersebut ditempatkan di Politeknik Negeri Madiun untuk mendukung kegiatan riset di laboratorium perkeretaapian.
Tram mover tersebut sebelumnya direncanakan mendukung operasional transportasi di TMII sejak 2022. Namun hingga 2025, unit tersebut belum beroperasi secara penuh dan akhirnya dipindahkan kembali ke Madiun.
Pemindahan ini memunculkan sorotan dari sejumlah pihak. Ketua Lembaga Garis Pakem Mandiri Madiun, Udin Pakem, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa tram mover belum dapat digunakan sesuai peruntukannya.
“Jika memang belum bisa digunakan sesuai rencana, tentu perlu dipertanyakan kualitas produk dan proses pengadaannya. Ini bukan persoalan sepele karena berpotensi menimbulkan kerugian negara,” ujarnya.
Menurut Udin, proyek pengadaan sarana transportasi publik seharusnya melalui tahapan perencanaan teknis, produksi, uji fungsi (commissioning), hingga serah terima. Ia menilai, jika kendaraan tidak dapat dioperasikan sebagaimana mestinya, perlu ada penjelasan terbuka kepada publik.
“Atas dasar itu, kami meminta audit independen agar semuanya jelas, apakah ini murni kendala teknis atau ada persoalan lain dalam proses pengadaan,” katanya.
Sementara itu, PT INKA (Persero) melalui keterangan tertulis menyatakan bahwa uji coba operasional terbatas di TMII merupakan bagian dari tahapan pengujian teknis.
Senior Manager PT INKA (Persero), Hartono, menjelaskan sejak awal tram mover dikembangkan sebagai platform riset kendaraan listrik. Uji coba di TMII disebut sebagai bagian dari pengujian teknis dan operasional sebelum masuk tahap pengembangan lanjutan.
“Sejak awal, Tram Mover dikembangkan sebagai platform riset. Uji coba di TMII merupakan bagian dari tahap pengujian kendaraan berbasis listrik. Setelah evaluasi selesai, pengembangan dilanjutkan melalui riset bersama Politeknik Negeri Madiun,” ujar Hartono.
Ia menambahkan, pengembangan selanjutnya difokuskan pada peningkatan sistem kelistrikan, efisiensi operasional, serta aspek keselamatan dan keandalan kendaraan.
Meski demikian, polemik mengenai efektivitas pengadaan tram mover tersebut masih menjadi perhatian publik. Hingga kini, kejelasan mengenai tahapan komersialisasi unit tersebut masih dinantikan. (*)





