Prioritaskan Aspirasi Bottom-Up Pemkot Mojokerto Gelar FKP Ranwal RKPD 2027

Prioritaskan Aspirasi Bottom-Up Pemkot Mojokerto Gelar FKP Ranwal RKPD 2027
foto: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada kegiatan Forum Konsultasi Publik Ranwal  RKPD Tahun 2027 di Ruang Sabha Mandala Madya, Balaikota Mojokerto, Jumat (20/2).

MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Sabha Mandala Madya, Balaikota Mojokerto, Jumat (20/2). Forum ini menjadi instrumen vital dalam menjaring aspirasi masyarakat demi memastikan arah pembangunan yang tepat sasaran.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa tahapan ini merupakan agenda tahunan wajib yang tidak boleh dilewatkan. Menurutnya, partisipasi publik adalah kunci utama agar perencanaan pembangunan tidak hanya dari sisi pemerintah, tetapi juga akomodatif terhadap kebutuhan riil warga

“Kepentingan terhadap isu strategis dan prioritas pembangunan tidak hanya dirumuskan oleh pemerintah. Kita butuh masukan secara bottom-up karena sasaran dan objek pembangunan adalah masyarakat itu sendiri,”tegas Ning Ita, Walikota Mojokerto.

Selain menyampaikan visi misi pembangungan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Mojokerto tahun 2025-2029 untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang maju berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan, Ning Ita juga menggarisbawahi indikator yang digunakan untuk mengukur  capaian keberhasilan pembangunan di Kota Mojokerto.

“Indikator pertama adalah indeks pembangunan manusia. Capaian tahun 2025 sebesar 82,35, meningkat sebesar 0,59 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu ini kita rumuskan, kita rencanakan harus meningkat secara graduatif dari tahun ke tahun, ” jelas Ning Ita, walikota Mojokerto.

Indikator capaian pembangungan yang kedua adalah tingkat kemiskinan. Jika IPM terus meningkat maka untuk angka kemiskinan adalah kebalikannya, trennya direncanakan harus menurun.

“Semakin sedikit angka kemiskinannya, bagaimana upaya-upaya supaya penurunan ini secara graduatif. Jadi tingkat kedalamannya juga semakin berkurang, kemudian penyebarannya juga semakin menyempit sehingga fokus kita dalam penangangan kemiskinan itu bisa lebih tepat sasaran,”jelas Ning Ita.

Disampaikan pertumbuhan ekonomi yang merupakan indikator yang ketiga capaian pembangunan.

Penulis: Gatot SugiantoEditor: Amin