SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Lahan pemakaman di Surabaya semakin terbatas di tengah padatnya wilayah perkotaan. Pemkot pun menggandeng pengurus kampung untuk menata ulang pemanfaatan lahan makam agar lebih efisien dan berkelanjutan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, peningkatan jumlah penduduk menjadi tantangan utama dalam penyediaan lahan makam di kota besar seperti Kota Pahlawan.
“Kalau lahan makam, dengan bertambahnya orang pasti tambah kurang. Karena itulah maka kita fungsikan adalah lahan makam yang perkampungan,” katanya. .
Untuk itu, Eri menyebut, Pemkot Surabaya mendorong sinergi dengan pengelola makam di tingkat kampung agar pemanfaatan lahan bisa dilakukan bersama. Ia menegaskan, pola lama yang mengandalkan makam keluarga atau makam kampung perlu dihidupkan kembali.
“Jadi kita bersinergi dengan lahan makam kampung. Kalau setiap orang minta satu (lahan makam), ya habis semua tanahnya,” katanya.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan menjadi faktor utama penyusutan ruang pemakaman. “Kemarin (jumlah penduduk) 2,7 juta, hari ini sudah 3 juta lebih, karena Surabaya didatangi orang terus. Kan tidak mungkin lahan kita digunakan menjadi lahan makam semuanya,” ujarnya.
Eri kemudian mencontohkan tradisi pemakaman keluarga yang dahulu lazim dilakukan oleh masyarakat Surabaya. Tradisi tersebut, kata dia, juga masih diterapkannya saat memakamkan anggota keluarganya sendiri.





