SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) mencatat, pengguna aplikasi Link and Match ASSIK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) mencapai sekitar 38 ribu. Rata-rata, pengguna aplikasi berbasis website tersebut diakses oleh pencari kerja usia produktif.
Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, melalui aplikasi ASSIK, pencari kerja bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan upah minimum kota (UMK) Surabaya.
Hebi mengungkapkan, sebagian besar pengguna aplikasi ini adalah pencari kerja usia 18 tahun ke atas.
“Mereka (pengguna aplikasi ASSIK) belum tentu menganggur, mungkin ada yang sambil dagang atau ngojek.Tetapi mereka mendaftar ke kami tentunya ingin menjadi pekerja penerima upah untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Hebi, Rabu (2/7/2025).
Dijelaskan, melalui aplikasi ASSIK, pencari kerja bisa mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya dan gaji UMK. Dirinya juga memastikan, lowongan pekerjaan yang tersedia di aplikasi tersebut sudah terverifikasi.
“Sehingga meminimalisir potensi lowongan kerja fiktif yang marak beredar di media sosial. Ini salah satu usaha agar usia produktif mendapatkan pekerjaan di sektor yang sesuai dengan keahlian mereka,” jelas Hebi.





