Jember  

Bantuan Pangan Februari–Maret 2026 di Jember ., Pemkab Libatkan Seluruh Jajaran 

Bantuan Pangan Februari–Maret 2026 di Jember ., Pemkab Libatkan Seluruh Jajaran 
Bupati Fawait sosialisasi bantuan pangan tepat sasaran di pendopo WWG

Jember, Wartatransparansi.com – Agar bantuan pangan tepat sasaran Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perum Bulog Kantor Cabang Jember menggelar sosialisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026, Kamis (26/3/2026).

Giat tersebut di lakukan bertempat di Pendopo WWG dan dihadiri langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, jajaran Muspida, Kepala Bulog Jember, para camat, Danramil, Kapolsek, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Jember.

Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Perum Bulog Kancab Jember, M Ade Saputra, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 akan direalisasikan pada April 2026.

“Bantuan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan akan diberikan kepada setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP). Karena disalurkan untuk dua bulan sekaligus, maka masing-masing PBP akan menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, secara nasional jumlah penerima bantuan pangan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Indonesia mencapai 33.244.408 PBP. Sementara di Kabupaten Jember, jumlah penerima untuk alokasi Februari–Maret 2026 sebanyak 39.744 PBP.

“Total beras yang akan disalurkan di Kabupaten Jember mencapai 7.814.880 kilogram dan minyak goreng sebanyak 1.562.976 liter,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan pangan dari pemerintah pusat tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan sekaligus pengendalian inflasi di daerah.

“Insya Allah di akhir bulan Maret ini akan ada penyaluran bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada masyarakat di Kabupaten Jember,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah sengaja mengumpulkan seluruh jajaran Muspika, lurah, dan kepala desa untuk memastikan penyaluran berjalan lancar serta tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan rencana sensus oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurutnya, nantinya akan ada penandaan rumah penerima bantuan menggunakan stiker sebagai bagian dari pendataan, namun tetap menjaga kehormatan masyarakat.

“Cukup stiker sederhana dengan foto Presiden dan kepala desa, bukan stiker yang memberi label negatif. Ini penting agar data penerima bisa terverifikasi dengan baik,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk terus berkolaborasi dengan Bulog serta berbagai pihak dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Bahkan, Satgas Pengentasan Kemiskinan akan melibatkan ASN dalam proses pemantauan dan finalisasi data masyarakat pada desil 1 dan desil 2.

“Memang tidak mungkin 100 persen presisi, tetapi kita bisa menekan margin error agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Jember dapat berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Dari pantauan media ini untuk distribusi bantuan pangan jajaran terkait melakukan ferfal ulang untuk pastikan sasaran betul betul falid dan tidak tumpang tindih. (*)

Penulis: Sugito