Kunjungan Wisatawan ke Telaga Sarangan Menurun Saat Libur Lebaran 2026

MAGETAN – Suasana libur Hari Raya Idul Fitri yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisata di Telaga Sarangan tahun ini tampak sedikit berbeda. Memasuki H+2 Lebaran 1447 Hijriah, jumlah wisatawan tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan, jumlah pengunjung pada Hari H Idul Fitri 2026 tercatat sebanyak 3.038 orang, menurun dari 3.268 orang pada tahun 2025. Sementara pada H+1, jumlah wisatawan mencapai 9.512 orang, lebih rendah dibandingkan 11.004 orang pada periode yang sama tahun lalu.

Kepala Disbudpar Magetan, Suwito, menyampaikan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Ada beberapa hal yang memengaruhi, mulai dari kondisi ekonomi hingga faktor lokal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi nasional turut berdampak pada daya beli masyarakat, termasuk dalam sektor pariwisata. Selain itu, faktor lokal seperti bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu juga diduga memengaruhi minat kunjungan wisatawan ke kawasan Sarangan.

Fenomena ini juga dirasakan langsung di lapangan. Sejumlah wisatawan tetap datang ke Telaga Sarangan, namun dengan pola pengeluaran yang lebih hemat. Mereka cenderung memilih menikmati suasana tanpa banyak berbelanja atau melakukan aktivitas wisata berbiaya tinggi.

“Saat ini lebih memilih jalan-jalan saja, menikmati suasana. Tidak banyak belanja,” ujar salah satu pengunjung.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku wisatawan. Minat untuk berlibur tetap ada, namun dengan gaya yang lebih sederhana dan realistis. Konsep “healing” tetap dijalankan, tetapi dengan pengeluaran yang lebih terkontrol.

Pihak Disbudpar Magetan masih menunggu data lanjutan, khususnya pada H+3 Lebaran, untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh. Sebagai perbandingan, pada H+3 tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 16.834 orang.

Data tersebut akan menjadi acuan untuk menilai apakah penurunan yang terjadi tahun ini bersifat sementara atau merupakan indikasi tren baru dalam sektor pariwisata di Magetan.

Untuk saat ini, satu hal yang jelas: Telaga Sarangan tetap menjadi destinasi favorit, namun cara wisatawan menikmatinya mulai berubah—lebih santai, lebih hemat, dan lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. (*)

Penulis: Rudy Ardi