GPM dan Pasar Murah Serentak di 31 Kecamatan Surabaya, 11-14 Maret

GPM dan Pasar Murah Serentak di 31 Kecamatan Surabaya, 11-14 Maret
Pemkot Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah secara serentak di 31 kecamatan selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Maret 2026.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan program tersebut merupakan langkah Pemkot Surabaya untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Menurutnya, seluruh komoditas yang dijual dalam program ini dipastikan memiliki harga lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau. Melalui program ini diharapkan stabilitas harga pangan sekaligus pengendalian inflasi di Kota Surabaya dapat terjaga,” kata Syamsul.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan program tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan berbagai perangkat daerah (PD) dan pelaku usaha.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami ingin memastikan masyarakat Surabaya bisa mendapatkan komoditas pangan yang aman dan terjangkau, baik selama Ramadan maupun menjelang Lebaran,” kata Antiek.

Dalam gelaran GPM dan Pasar Murah di halaman Kantor Kelurahan Karah, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau. Di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram sebanyak 300 zak seharga Rp58.000, beras Yarice/Makyut kemasan 5 kilogram sebanyak 100 zak seharga Rp74.500, serta beras Warok kemasan 3 kilogram sebanyak 100 zak dengan harga Rp44.500. Selain itu tersedia gula Nusa Kita seharga Rp17.000 per kemasan dan minyak goreng Moorah kemasan 700 ml seharga Rp16.000 per botol.

Koperasi pegawai di lingkungan Dinkopumdag Surabaya juga menyediakan minyak goreng Minyakita sebanyak 1.200 liter seharga Rp15.000, serta beras kemasan 3 kilogram sebanyak 48 zak dengan harga sekitar Rp44.000–Rp44.500. Sementara koperasi pegawai Pemkot Surabaya menjual gula Legine dan gula curah dengan harga Rp16.500 dan Rp15.500 per kilogram.

“Selain bahan pokok, tersedia pula berbagai produk pangan lain seperti daging sapi, ayam, telur, serta aneka frozen food yang disediakan oleh PD Rumah Potong Hewan dan produsen pangan. Sejumlah pelaku usaha dan kelompok masyarakat juga meramaikan pasar murah dengan menjual bawang, cabai, produk olahan daging, olahan ikan, telur asin, hingga produk UMKM seperti keripik dan sambal mangrove,” jelasnya.

Ia menambahkan, informasi mengenai pelaksanaan pasar murah ini telah disebarkan melalui berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya, termasuk Instagram resmi @sapawargasby, media sosial perangkat daerah (PD), serta melalui camat dan lurah di setiap wilayah.

Antiek memastikan ketersediaan bahan pangan di Surabaya dalam kondisi aman. Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak. (*)

Editor: Wetly