Anugerah nikmat yang kita terima dalam kehidupan tidaklah bisa dihitung. Dalam Al-Qur’an surat An-Nahl: 18 ditegaskan, yang Artinya,
“Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl: 18).
Dengan bersyukur kita tentang pekerjaan yang kita miliki, maka kita akan merasa tenang dalam kehidupan karena kita bekerja dengan hati dan keikhlasan.
Bekerja dalam dengan target yang bisa kita jangkau dan terukur dengan landasan optimisme dan semangat dalam mencapai tujuan memberikan kita keseimbangan dalam menjaga momentum bersyukur dan qanaah atas apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kita .
Menjaga dan mengatur waktu dengan baik
Dengan berpuasa, maka waktu menjadi sangat berharga karena kita harus membagi antara bekerja, beribadah, dan beristirahat. Karena itu, kita perlu mengatur waktu dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Dalam Al-Qur’an (QS Al-Asr: 1-3).Allah SWT berfirman, yang artinya :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”
Menjaga kesehatan tubuh dan pikiran
Ketika kita berpuasa, tubuh dan pikiran kita menjadi lebih rentan terhadap kelelahan dan dehidrasi. Karena itu, kita perlu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta melakukan olahraga ringan di waktu yang tepat.
Dengan tubuh yang tetap sehat, kualitas pekerjaan kita akan tetap terjaga walaupun mungkin secara kuantitas berkurang dari hari-hari biasa.
Dari penjelasan ini kita dapat menyimpulkan bahwa bekerja adalah sebuah amalan yang dianjurkan dalam Islam. Allah swt menganjurkan kita untuk bekerja keras dan berusaha mencari rizki halal dengan sungguh-sungguh.
Dengan demikian, untuk tetap produktif saat Ramadhan supaya segala potensi kebaikan dapat diraih bisa menjadi penunjang yang signifikan mencapai kesuksesan dalam dunia dan akhirat. (*)
Semoga Bermanfaat. Wallahu a’lam bis Shawab.





