Untuk Tahap II yang dimulai Januari 2027, KONI Kota Kediri membuka peluang penambahan atlet melalui mekanisme seleksi sesuai regulasi Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres). Seleksi mempertimbangkan rekam jejak dan prestasi atlet pada kejuaraan resmi, seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), serta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Langkah ini dilakukan agar atlet yang bergabung benar-benar memiliki potensi dan kesiapan kompetitif. KONI Kota Kediri menekankan pembinaan dilakukan secara terukur dan berbasis prestasi.
Selain itu, pelatih yang tergabung dalam Puslatkot diwajibkan memiliki sertifikasi resmi sesuai cabang olahraga masing-masing. Bidang Binpres juga akan melakukan evaluasi berkala dan pendampingan langsung kepada setiap cabor.
“Bidang Binpres akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan. Kami ingin pembinaan ini benar-benar terukur, bukan sekadar rutinitas latihan,” tambah Koko.
Dengan dimulainya Puslatkot lebih awal, KONI Kota Kediri menargetkan peningkatan performa dan perolehan medali pada Porprov Jatim X 2027. Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang agar prestasi olahraga Kota Kediri terus berkembang secara berkelanjutan dan profesional.(*)





