“Yang sifatnya _prosperity_ bagaimana menghadirkan kesejahateraan dengan kemandirian di masing masing keluarga,” imbuhnya.
Kemudian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Jawa Timur Bumdesa untuk 1 desa senilai Rp 100.000.000, Desa Berdaya Rp 100.000.000 untuk 1 desa, Jatim Puspa Rp 604.500.000 untuk 3 desa dan BKK Desa Rp 6.638.500.000 untuk 38 desa.
“Kemudian ada dana untuk Bumdesa, ini menjadi bagian penguatan ketahanan masyarakat di desa ketahanan sosial di desa ketahanan keamanan di desa,” terangnya.
Gubernur Khofifah menuturkan Pemprov Jatim memiliki banyak program untuk memberdayakan masyarakat seperti di atas yang siap untuk dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Kota di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah berharap bantuan sosial dan bantalan ekonomi yang hari ini disalurkan dapat membantu masyarakat Kab. Probolinggo khususnya yang berada di wilayah terdampak banjir.
Diketahui masyarakat Kab. Probolinggo mengalami musibah bencana banjir sejak Sabtu (21/2) malam yang melanda 5 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Kraksaan, Kotaanyar, Gading, Krejengan dan Besuk.
“Kita menyampaikan agak banyak bansos yang bisa menjadi bantalan sosial maupun bantalan ekonomi supaya _economy recoverynya_ cepat,” ucapnya.
Salah satu penerima bantuan sistensi penyandang disabilitas Maimunah (38) menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako dan asistensi penyandang disabilitas yang diberikan Gubernur Khofifah. Ia merasa bahagia menerima bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk membelikan susu anaknya.
“Terima kasih pemerintah dan Ibu Gubernur atas bantuannya, saya senang sekali bisa saya gunakan untuk membeli susu anak saya, terima kasih banyak,” kata Maimunah. (*)





