Diketahui laka lantas tersebut di sebakan jalan yang rusak berlubang di area proyek pembangunan, tanpa penerangan jalan, rambu peringatan, maupun garis pengaman (police line), diduga menjadi salah satu faktor penyebab insiden yang merenggut nyawa seorang remaja putri, Rabu (25/2/2025) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Raya depan bengkel mobil Toni, Dusun Wunguan, Desa Kencong. Korban meninggal dunia diketahui bernama Yosi Mei Suci (15), warga Dusun Krajan, Desa Kencong, yang lahir di Kediri pada 30 Mei 2009. Korban meninggal di lokasi kejadian (MD) setelah diduga terlindas roda dump truk tronton.
Berdasarkan keterangan saksi dan kronologi kejadian, sepeda motor Yamaha Fazio warna putih bernopol P 6964 MG yang dikendarai Rehan (18), warga Dusun Krajan, Desa Kencong, berboncengan dengan Rena (17), warga Kampung Baru Desa Kencong, serta korban Yosi Mei Suci di posisi paling belakang, melaju dari arah timur.
Sesampainya di lokasi kejadian, tepat di depan musholla dekat bengkel, pengendara motor menyalip kendaraan dump truk tronton di depannya. Namun niat tersebut diurungkan karena kondisi jalan berlubang sehingga pengendara melakukan pengereman mendadak. Pada saat bersamaan, sebuah dump truk tronton dari arah yang sama berusaha menyalip dari sisi kanan hingga terjadi senggolan dengan sepeda motor korban.
Akibat benturan tersebut, Rehan dan Rena terpental ke arah kanan jalan, sementara Yosi Mei Suci terjatuh ke sisi kiri. Nahas, korban diduga terlindas roda belakang sebelah kanan dum truk tronton hingga mengalami luka fatal di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi.
Dump truk tronton yang terlibat diketahui bernomor polisi L-9060-UO yang dikemudikan Abdullah Niam (40), warga Sidoarjo, berprofesi sebagai sopir, Yang sedang peyelidikan Kanit lantas Polsek kencong
Saksi lain, Ahmad Zainullah (17), warga Dusun Ponjen Desa Kencong yang berada di belakang rombongan korban, membenarkan kejadian tersebut dan melihat langsung detik-detik kecelakaan.
Di lokasi Kejadian yang tengah dalam proyek perbaikan jalan dinilai tidak dilengkapi standar keselamatan, seperti lampu rambu peringatan, maupun police line. Kondisi gelap serta jalan berlubang disebut sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di ruas jalan Kencong yang rusak, sekaligus memicu keprihatinan masyarakat agar pihak terkait segera melakukan evaluasi pengamanan proyek demi mencegah jatuhnya korban berikutnya. (*)





