Sementara di level konsumen, Pemkab Jember memperluas pelaksanaan Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, pemasangan banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar rakyat akan diperbanyak guna menjamin transparansi harga bagi masyarakat.
Tak hanya fokus pada sektor pangan, Akhmad Helmi juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaku UMKM melalui fasilitasi sertifikasi halal serta percepatan program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Sesuai arahan Kementerian PKP, kami tengah mengevaluasi pembebasan BPHTB 0 rupiah bagi MBR dan mendorong desa-desa mengalokasikan anggaran renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” tambahnya.
Pemkab Jember juga diminta terus mendokumentasikan dan melaporkan perkembangan harga harian. Sinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember serta BULOG diperkuat, khususnya dalam penyaluran beras SPHP di pasar tradisional maupun ritel modern.
“Harapan kami, dengan kerja kolaboratif ini, masyarakat Jember dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan yang tidak terkendali,” tandasnya. (*)





