Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan masih menjadi perhatian nasional, termasuk bentuk perundungan verbal dan siber yang meningkat seiring penggunaan gawai pada anak usia sekolah. Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga menunjukkan praktik bullying masih ditemukan di satuan pendidikan dasar dan menengah setiap tahunnya.
Kepala Kelurahan Ngronggo, Achmad Koharudin, S.STP., M.A.EI., mengapresiasi langkah preventif tersebut.
“Program tersebut sangat baik. Edukasi merupakan langkah pencegahan yang lebih efektif daripada penanganan setelah kejadian. Memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya dan dampak bullying sangat penting agar tidak terjadi perundungan di kemudian hari,” ungkapnya.
Sementara itu, guru SDN Ngronggo 1, Kristina Primalayanova, S.Pd., menyampaikan pihak sekolah mendukung penuh kegiatan mahasiswa. Ia mengakui tren perundungan kini semakin beragam dan mulai merambah ke ranah digital meski pelakunya masih di usia sekolah dasar.
“SDN Ngronggo 1 sangat mendukung program mahasiswa KKN dalam mengedukasi siswa terkait bullying. Ini sangat penting bagi perkembangan siswa ke depannya,” ujarnya.
Pihak sekolah berkomitmen melanjutkan penguatan nilai saling menghargai dan pengawasan penggunaan gawai di lingkungan belajar guna menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.(*)





