Data sementara menunjukkan tren pemesanan tiket terus bergerak. Hingga 12 Februari 2026, sekitar 47.000 tiket keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun telah terjual. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring mendekatnya masa mudik.
Sementara itu, arus kedatangan diprediksi lebih padat. Jumlah pelanggan yang melakukan reservasi menuju wilayah Daop 7 bahkan telah melampaui angka keberangkatan.
“Untuk kedatangan, sudah ada sekitar 62.000 pelanggan yang melakukan reservasi tiket menuju wilayah Daop 7 Madiun,” tambahnya.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, Daop 7 menyiapkan kereta tambahan, di antaranya KA Brantas sebagai keberangkatan awal dari Madiun serta KA Gajayana kelas eksekutif yang melintas di wilayah tersebut. Secara total, 62 perjalanan KA akan beroperasi di wilayah Daop 7, termasuk 26 perjalanan yang melayani wilayah Kediri dari arah barat maupun timur.
KAI memastikan tarif tiket tetap mengacu pada skema Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA) sesuai ketentuan pemerintah. Masyarakat diimbau melakukan pemesanan lebih awal agar memperoleh harga ekonomis dan kepastian tempat duduk selama arus mudik Lebaran 2026.(*)





