“Dalam Pancasila kita diajarkan saling menghormati, gotong royong, dan menjunjung nilai kemanusiaan. Dari situlah akan tumbuh keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” ujarnya.
Wali Kota Eri berpesan kepada para Duta Pancasila yang berasal dari Paskibraka Kota Surabaya angkatan 2023, 2024, dan 2025 agar mengibarkan Sang Merah Putih di dalam dada, menanamkan Pancasila dalam hati, serta tidak melupakan perjuangan para pahlawan.
“Kalian harus menjadi teladan, karena masa depan kota ini berada di tangan generasi muda. Jangan ragu bersikap selama berpegang pada nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya di Direktorat Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP, Yudo Prawiro, menjelaskan bahwa pelatihan DPPI merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 dan Peraturan Kepala BPIP Nomor 3 Tahun 2022. Setelah menyelesaikan tugas pengibaran bendera pusaka pada 17 Agustus dan 1 Juli, para Paskibraka berstatus sebagai purna paskibraka dan mendapatkan tugas lanjutan sebagai Duta Pancasila.
“Duta Pancasila ini diwadahi dalam organisasi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI). Tugas utamanya membantu Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) dalam mengimplementasikan serta mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing,” jelas Yudo.
Ia menambahkan bahwa setiap Duta Pancasila diwajibkan melaksanakan minimal tiga kegiatan dalam satu tahun yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan melaporkannya melalui platform digital.
“Duta Pancasila bukan sekadar label atau simbol, melainkan peran nyata untuk membuktikan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama menjadi Paskibraka tetap dijalankan dan menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.
Atas pelaksanaan pelantikan tersebut, BPIP menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya. Menurut Yudo, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter Pancasila dan mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju Surabaya lebih sejahtera dan bahagia. (*)





