Ia menyebut, Indonesia saat ini berada di peringkat keenam dunia dengan jumlah startup terbanyak. Sedangkan Surabaya menempati posisi keempat nasional setelah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.
“Ada dua kota yang mengejar kita (Surabaya), yaitu Bali dan Malang,” katanya.
Margaret juga mengajak para calon founder dan pelaku startup untuk memanfaatkan berbagai kanal pengembangan usaha. Salah satunya yakni melalui SSF 3.0 yang puncaknya akan digelar pada Demo Day Mei 2026.
“Saya percaya di tengah situasi ekonomi dan geopolitik saat ini tidak mudah, tetapi justru teman-teman yang kreatif, yang punya ide-ide baru, yang punya daya juang tinggi, bisa mengambil kesempatan mengubah situasi dari yang sulit menjadi kesempatan untuk kita bisa loncat lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia SSF 3.0, Aristia Chen, menjelaskan acara pembukaan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian SSF 3.0 yang berfokus pada penguatan UMKM.
“Acara hari ini adalah tahap pertama dari rangkaian SSF 3.0. Setelah acara ini, kita akan ada tahap kedua, yaitu tentang kita mensupport para UMKM dengan pelatihan-pelatihan, skill-skill yang memang diperlukan,” jelasnya.
Aristia juga menuturkan, SSF 3.0 menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, yakni melalui assessment awal terhadap UMKM. Menurutnya, asesmen tersebut berfungsi untuk mengetahui kebutuhan spesifik UMKM sebelum diberikan pelatihan.
“Jadi ini pentingnya medical check-up. Di UMKM sendiri, itu kita perlukan adanya cavlent test ini,” ujarnya.
Melalui rangkaian SSF 3.0, peserta akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan, hingga kesempatan bertemu investor pada Demo Day Mei 2026 dengan potensi pendanaan hingga Rp100 juta. (*)





