Untuk itu, Eri mengajak warga Surabaya bersama-sama menjaga keamanan kendaraan masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Eri juga mengungkap adanya inovasi alarm sepeda motor murah yang diberikan Polrestabes Surabaya secara gratis kepada korban curanmor.
“Bahkan, Pak Kapolrestabes ini sampai memikirkan warga Surabaya, yang punya motor agar aman itu seperti apa,” katanya.
Ia menceritakan pengalaman seorang warga Manyar yang motornya gagal dicuri karena telah dilengkapi alarm. Berdasarkan pengalaman tersebut, jajaran Polrestabes Surabaya kemudian melakukan inovasi dengan membuat alarm rakitan berbiaya terjangkau. Yakni, sekitar Rp40.000.
Karena itu, Eri menyatakan rencana kolaborasi dengan BUMD Kota Surabaya agar alarm murah tersebut dapat diproduksi dan dipasang secara lebih luas.
“Maka tadi saya bilang dengan Pak Kapolres, (kolaborasi) dengan BUMD Kota Surabaya, dengan harga (pembuatan alarm) itu, nanti kita gerakkan bersama,” jelasnya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani dan mencegah kasus curanmor di Kota Pahlawan.
“Alhamdulillah ini Pak Wali juga mendorong terus untuk kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya adalah ini, kita berikan pelayanan kepada yang selama ini menjadi korban curanmor,” ujar Kombes Pol Luthfi.
Luthfi menyebutkan, hingga hari kedua pelaksanaan bazar pada Kamis (22/1/2026), puluhan kendaraan telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Jumlahnya 37 unit.
Kapolrestabes juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang kendaraannya belum ditemukan.
“Memang banyak juga masyarakat yang ke sini Pak Wali, kecewa juga karena kendaraan belum (ketemu). Saya juga mohon maaf karena memang mungkin belum saatnya,” tuturnya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa Polrestabes Surabaya akan terus berupaya mengungkap seluruh kasus curanmor di Kota Pahlawan. (*)





