Sementara itu, Founder Ozora Yatrapaktaja, Margaret Srijaya, menuturkan bahwa Founders Bootcamp 2026 dirancang berbeda dari kegiatan kewirausahaan yang bersifat motivasional semata. Program ini menjadi ruang pembelajaran reflektif yang mendorong peserta memahami secara realistis kesiapan diri sebelum memilih jalur kewirausahaan.
“Program ini menekankan pentingnya kesadaran diri, ketahanan mental, dan pemahaman ekosistem bisnis sebagai fondasi utama seorang founder,” kata Margaret.
Salah satu inti kegiatan dalam Founders Bootcamp 2026 adalah pelaksanaan CAVLENT Test, sebuah asesmen kewirausahaan yang mengukur kecenderungan pola pikir, kebiasaan pengambilan keputusan, serta karakter seseorang dalam menghadapi ketidakpastian. Peserta tidak dinilai dari seberapa kuat teori bisnis yang dikuasai, melainkan dari cara mereka merespons situasi nyata, mengelola risiko, dan membaca peluang.
Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi bahan refleksi personal yang diperdalam melalui diskusi panel bersama para pembicara lintas disiplin, yang juga merupakan pengurus inti Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur.
Di antaranya, Margaret Srijaya selaku Ketua Umum dan Founder Ozora Yatrapaktaja, Aristia Chen selaku Ketua Bidang UMKM dan CMO Mazuta Group Indonesia, Risa Santoso selaku Ketua Bidang Pendidikan dan Riset sekaligus Rektor Institut Teknologi & Bisnis ASIA, serta Jay Adinata, Co-founder dan CMO Cavlent.
Diskusi ini mengulas secara terbuka realita membangun usaha, kesiapan mental founder, serta peran pendidikan dan ekosistem, dengan mengaitkan langsung hasil asesmen yang diperoleh peserta.
“Kami percaya kewirausahaan bukan tentang siapa yang paling cepat memulai, tetapi siapa yang paling siap. Founders Bootcamp membantu peserta memahami diri mereka secara jujur, apakah sudah siap menjadi founder hari ini, atau masih perlu bertumbuh terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur memperkuat fokus pada pengembangan wirausaha muda, khususnya perempuan, agar memiliki daya saing dan integritas. Dukungan Pemkot Surabaya pun menegaskan posisi Surabaya sebagai kota yang ramah terhadap startup dan wirausaha baru, sejalan dengan visi Surabaya sebagai Kota Pahlawan dan Kota Startup.
Sebagai bagian dari inisiatif Surabaya Startup Founder, Founders Bootcamp 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi founder yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga sadar diri, berdaya tahan, dan mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan kota Surabaya. (*)





