“Kami menambah koleksi buku anak seperti dongeng dan cerita bergambar agar anak-anak semakin tertarik datang ke perpustakaan. Selain koleksi fisik, kami juga menyiapkan layanan perpustakaan digital supaya masyarakat bisa mengakses bahan bacaan dengan lebih mudah dan fleksibel,” katanya.
Berdasarkan data Dispusip Surabaya, kunjungan sepanjang 2025 didominasi oleh kelompok usia pelajar dengan total 370.852 kunjungan. Adapun rincian kunjungan berasal dari Perpustakaan Balai Pemuda sebanyak 72.148 pengunjung, Perpustakaan Rungkut 19.341 pengunjung, Pojok Baca Digital (Pocadi) 1.391 kunjungan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebanyak 193.158 kunjungan, serta Mobil Perpustakaan Keliling yang mencatat 138.611 pengunjung.
Selain meningkatkan layanan kepada masyarakat umum, Dispusip Surabaya juga berkomitmen mengembangkan program pendukung literasi anak melalui penguatan perpustakaan sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat.
“Kami akan membantu dari sisi manajemen, koleksi, hingga referensi buku agar pengelolaan perpustakaan sekolah dan TBM semakin baik dan menarik bagi anak-anak,” imbuh Yusuf.
Untuk mendukung peningkatan literasi tersebut, Dispusip Surabaya juga terus memperkaya koleksi bacaan. Sepanjang tahun 2025, total koleksi buku cetak dan digital yang dimiliki mencapai 571.852 koleksi, yang terdiri dari 65.158 eksemplar buku cetak serta 1.902 judul ebook yang telah tersedia sejak 2024.
“Ke depan, strategi peningkatan minat baca akan terus kami perkuat melalui pengembangan perpustakaan keliling, layanan digital, serta penataan manajemen layanan yang lebih ramah dan menyenangkan, khususnya bagi anak-anak,” katanya. (*)





