Menurut Fajar, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional RPH TOW, termasuk kelengkapan fasilitas dan sertifikasi.
“Kami akan cek yang sudah dibangun itu apakah sudah sesuai atau tidak. Ketika ada perbaikan, ada kekurangan apa, kan kita perlu pemotongan itu. Mengurus sertifikat halal dan sebagainya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan daging sapi di Surabaya mencapai sekitar 40 ton per hari, dengan separuhnya dipenuhi dari pemotongan di RPH Surabaya.
“Di Surabaya itu sekitar 40 ton ya, jadi 40 ton itu Surabaya, tapi yang 20 ton dipenuhi dari pemotongan RPH Surabaya,” ungkapnya.
Terkait dampak mogok kerja, Fajar menegaskan pihaknya tetap memprioritaskan jagal Pegirian untuk beroperasi di RPH TOW.
“Prioritas kami, kami memprioritaskan jagal-jagal pegirian ini untuk ikut mengoperasikan di TOW,” katanya.
Ia juga mengakui adanya minat dari jagal luar daerah untuk mengisi operasional di TOW, meski saat ini masih difokuskan bagi jagal Pegirian.
“Respons dari jagal luar lumayan banyak. Tapi saya katakan sebentar dulu, kamu saya data, tapi saya perintahkan dulu jagal Pegirian untuk masuk,” ujarnya.
Menurut Fajar, RPH TOW secara fasilitas telah siap beroperasi. Bahkan, fasilitas di sana lebih modern dibandingkan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad.
“TOW secara fungsi sudah siap, menampung 150 ekor sapi Brahman Cross (BX), kemudian 80 ekor sapi lokal, kemudian ada 28 unit handrail. Persis sama di RPH Pegirian, tidak ada yang berubah, bahkan tempatnya lebih representatif karena dibangun lebih modern dan IPAL-nya lebih maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam sepekan ke depan RPH Surabaya akan melakukan pemotongan mandiri untuk menjaga pasokan.
“Jadi seminggu ini kami RPA Surabaya akan melakukan pemotongan mandiri, kami juga akan memotong sapi, dari Kedurus juga akan memotong sapi. InsyaAllah bisa terpenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya,” tambahnya.
Pihaknya berharap aksi mogok para jagal ini tidak berlarut-larut. Sebab, kata dia, hal ini dapat berpotensi merugikan jagal sendiri. “Harapan kami jangan sampai mogok, karena kalau mereka mogok, pelanggannya akan cari supplier baru,” tutup Fajar. (*)





