Gubernur Khofifah Resmikan RS KORPRI Pura Raharja Jatim, Serahkan Ambulans untuk Layanan Kesehatan

Gubernur Khofifah Resmikan RS KORPRI Pura Raharja Jatim, Serahkan Ambulans untuk Layanan Kesehatan

Dalam kesempatan ini, Khofifah menilai kehadiran RS KORPRI Pura Raharja sebagai bentuk amal jariyah KORPRI yang manfaatnya akan terus mengalir. Ke depan, rumah sakit ini diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang secara profesional

“InsyaAllah, ini jariyah KORPRI yang dulu sempat urunan hingga berdirilah rumah sakit ini. Sekarang akan ada proses bagaimana audit dari bangunan, keuangan, maupun audit dari peralatan yang selanjutnya adalah untuk kebaikan kita semua,” jelasnya.

Peluncuran RS KORPRI Pura Raharja juga dihadiri sejumlah delegasi luar negeri, di antaranya Konsulat Jenderal Amerika Serikat Christopher Green, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Zhang Yusen, serta Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur Manoj Bhat. Kehadiran para perwakilan tersebut menunjukkan bahwa meski berdiri di atas lahan yang relatif terbatas, RS KORPRI Pura Raharja mampu memberikan dampak dan perhatian hingga level internasional.

Saat Ini, RS KORPRI Pura Raharja didukung 239 pegawai yang terdiri atas 40 dokter, 95 karyawan tetap, 74 karyawan kontrak, dan 30 karyawan outsourcing.

Gubernur Khofifah menyempatkan diri meninjau RS KORPRI Pura Raharja sambil menyapa para tenaga kesehatan dan pasien. Beberapa lokasi yang dikunjunginya meliputi ruang pendaftaran pasien di lantai pertama, Pelayanan Rawat Jalan (Poli) di lantai kedua, dan Pelayanan Rawat Inap di lantai ketiga.

Selain itu, juga turut memberikan santunan kepada 10 anak yatim dan bantuan sembako kepada 20 warga kurang mampu sekitar RS Korpri Pura Raharja. Sembako yang diberikan berupa 3 kg beras Jatim Cettar, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 550 gram kecap manis, 2 kaleng 155 gram sarden, serta 4 bungkus mi instan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono turut bangga dengan peluncuran ini. Ia pun menyampaikan bahwa Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur merupakan satu-satunya dewan KORPRI di Indonesia yang memiliki rumah sakit sendiri.

“Sekarang, yang berubah tentu di tingkat top management-nya. Tidak ada cut off. Tapi semenjak selesai dalam proses perjalanan panjang ini, yang pertama kami lakukan adalah audit bangunan,” ungkapnya.

Ke depan, RS KORPRI Pura Raharja akan melakukan pengembangan. Termasuk pembangunan gedung rawat jalan di dua kavling yang dimiliki serta penataan sistem perparkiran.

“Yang paling penting ini adalah pengembangannya. Hampir semua dokter-dokter yang di sini adalah _legend_, termasuk dr. Joni. Selanjutnya, kita akan menaikkan statusnya menjadi rumah sakit umum tipe C dengan program unggulan layanan kesehatan ibu dan bayi,” jelas Adhy.

“Kami izin tidak merepotkan APBD. Karena Bu Yuyun selaku Sekretaris KORPRI sudah menghitung untuk kebutuhan awal sehingga teman-teman KORPRI sudah sangat ikhlas ketika kas dari KORPRI digunakan dulu untuk pengembangan pertama ini,” pungkasnya. (zal/min)

Penulis: Fahrizal Arnas