Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa program rehabilitasi dan revitalisasi ini merupakan langkah transformasi pendidikan di Jawa Timur agar semakin berdampak.
“Ini adalah lompatan transformasi untuk pendidikan Jawa Timur yang berdampak. Ikhtiar mendorong peningkatan kualitas pendidikan lewat renovasi maupun revitalisasi sarana pra sarana,” kata Aries.
“Harapannya, tentu supaya proses belajar mengajar peserta didik bisa terselenggara baik, aman nyaman,” imbuhnya.
Aries menilai, ini adalah kontribusi nyata komitmen kepemimpinan Gubernur Khofifah yang selalu menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing. Yang mana, hal ini sejalan dengan visi Jatim Cerdas dan Jatim Gerbang Baru Nusantara.
Khusus di Malang Raya, Aries mengatakan, program rehabilitasi dan revitalisasi fisik dengan sembilan menu bantuan di 23 SMK Negeri dan Swasta serta 12 SMA Negeri dan Swasta. Serta tujuh menu bantuan diberikan pada 3 SLB Negeri.
“Adapun bantuan ini mulai dari toilet, lab IPA, lab Komputer, ruang praktik siswa, ruang BP, ruang OSIS, ruang kelas, ruang UKS hingga alat praktik. Untuk SLB diberikan pembangunan RKB, toilet, ruang administrasi, selasar, rehab ruang serbaguna, rehab ruang kelas dan ruang pembelajaran khusus,” katanya.
Aries menyampaikan tahun 2026 Ibu Gubernur Khofifah tetap berkomitmen memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana sekolah di beberapa sekolah karena masih banyak sekolah yang rusak, sudah lama belum mendapatkan perhatian, dan juga kekurangan kelas baru serta kekurangan alat praktik baik vokasi maupun laboratrium sehingga tetap mendapatkan porsi perbaikan walaupun ada efesiensi anggaran. (*)





