Fenny juga mengapresiasi PT. Sekar Laut Tbk akan kepeduliannya terhadap para pelaku usaha kecil di Sidoarjo. Ia melihat para pelaku UMKM di Sidoarjo telah digandeng untuk bermitra dalam pengembangan usaha. Salah satunya kemitraan dalam penyediaan bahan baku krupuk. Ia sampaikan hingga saat ini masih ada sekitar 6 hektare tambak di Kabupaten Sidoarjo. Produk sektor pertambakan di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi andalan ekspor. Salah satunya produk olahan udang seperti krupuk yang akan sampai ke negara Malaysia.
“Kami juga sangat mengapresiasi luar biasa ke Finna karena Finna ini tidak hanya orientasi ekspor saja, tetapi Finna bergandeng tangan dalam ekspor itu dengan pelaku usaha kecil,”ucapnya.
Tak hanya itu, Fenny berharap PT. Sekar Laut Tbk dapat mendukung program pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya program ODL (Outdoor Learning) atau pemberlajaran diluar kelas yang dilaksanakan di wilayah Sidoarjo. Ia berharap PT. Sekar Laut Tbk dapat menjadi salah satu tempat wisata edukasi industri bagi siswa PAUD hingga SD. Menurutnya pembelajaran untuk mencetak seorang wirausahawan atau entrepreneur yang handal harus mulai dikenalkan sejak usia dini.
“Oleh karenanya kami mohon dengan sangat karena beberapa perusahaan sudah mulai untuk tematik yang bekaitan dengan ODL wisata edukasi industri,”ujarnya.
Presdir PT. Sekar Laut Tbk Welly Gunawan mengatakan saat ini sudah lebih dari 35 negara yang telah menjadi tujuan ekspor produk perusahaannya. Negara-negara tujuan produk krupuknya tersebut tersebar di enam benua.
“Ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,”ucapnya.
Dikatakannya bahan baku produk krupuknya tidak hanya didapatkan dari para petani Sidoarjo saja. Namun ia juga mengumpulkan dari para petani diseluruh wilayah Indonesia. Seperti bahan baku tepung tapioka maupun udang serta cabai untuk produk sambalnya.
“Tanpa kita sadari sebetulnya kita dari dulu sudah menjalani hilirisasi sesuai programnya pemerintah kita,”ucapnya. (jun/ais)