Kamis, 29 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriPuluhan Narapidana Lapas Kediri Dapat Remisi Natal

    Puluhan Narapidana Lapas Kediri Dapat Remisi Natal

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Sebanyak 21 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, menerima pengurangan masa pidana berupa remisi khusus Hari Raya Natal, Senin (25/12/23).

    Kasi Binadik Lapas Kediri Harry, mengatakan pemberian remisi ini diberikan setelah rangkaian perayaan Natal sejak Sabtu pagi hingga kemarin malam dan hari ini sebanyak 21 Narapidana beragama Kristen mendapatkan remisi.

    “Sebanyak 35 Orang warga binaan yang beragama Kristen sejak Sabtu kemarin telah melakukan perayaan Natal hingga hari Minggu malam dan pemberian remisi kepada 21 narapidana dilakukan pada hari ini di Aula Welas Asih Lapas Kediri,” ucap Harry.

    Ia melanjutkan, dari 35 warga binaan yang belum mendapatkan remisi berjumlah 14 orang, 9 orang diantaranya masih berstatus tahanan dan 5 orang sudah berstatus narapidana. Namun pidana yang dijalani kurang dari 6 bulan.

    Baca juga :  Dukung Produksi Darah Berkualitas, PMI Kabupaten Kediri Bakal Jalin Kerjasama dengan BPOM

    “Karena syarat memperoleh remisi tahun pertama bagi narapidana harus menjalani masa pidana seminim-minimnya 6 bulan,” kata Harry.

    Sementara itu, Kasubsi Registrasi Saeful saat membacakan remisi khusus Natal 2023 di Aula Welas Asih Lapas Kediri menerangkan perolehan yang didapat dari 21 narapidana tersebut mulai 15 hari, 1 bulan dan 1 bulan 15 hari.

    “6 Orang narapidana memperoleh 15 hari, 14 Orang memperoleh 1 Bulan dan 1 orang memperoleh 1 bulan.” ungkap Saeful.

    Usai membacakan SK Remisi, Saeful memberikan secara simbolis kepada 2 orang perwakilan narapidana yang mendapatkan remisi.

    Pemberian remisi bagi narapidana ini sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menyebutkan narapidana mendapatkan remisi harus memenuhi persyaratan, di antaranya berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, dan telah menunjukkan penurunan tingkat risiko. (*)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan