Kamis, 22 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    HeadlineTabrak Tiang PJU Saat Hujan, Pasutri Tewas Kesetrum Listrik

    Tabrak Tiang PJU Saat Hujan, Pasutri Tewas Kesetrum Listrik

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) –  Hujan lebat di wilayah Kota Mojokerto menelan korban jiwa. Pasangan suami istri merenggang nyawa usai menabrak tiang PJU saat turun hujan. Salah satu penyebab meninggalnya pasangan suami istri tersebut adanya kebocoran aliran listrik pada tiang JPU di Jalan Lingkungan Mentikan Gang 1, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

    Pasutri yang meninggal dunia adalah Ahmad Sahid (58) dan Suprapti (58), warga Sidomulyo V kota Mojokerto. Sedangkan keberadaan tiang PJU yang terjadi kebocoran sehingga terdapat arus listrik saat kondisi basah, berada satu lingkungan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, korban meninggal dunia.

    Peristiwa tersebut terjadi bersamaan dengan hujan deras di wilayah Kota Mojokerto. Saat itu, kedua korban diketahui berboncengan mengendarai motor Yamaha Fino Nopol S 6531 SI melaju dari arah selatan ke utara. Setibanya di lokasi, korban diduga menabrak tiang listrik yang berada di sisi kiri jalan. Hingga keduanya terjatuh di genangan air yang mengitari lokasi.

    Baca juga :  Hadi Tjahjanto Ungkap Dua Prioritas Kerjanya Sebagai Menko Polhukam

    Sejumlah saksi dari warga Mentikan saat kejadian yang bertepatan dengan turun hujan kemudian terdengan suara minta tolong dan diketahui pasangan suami istri tersebut menabrak tiang PJU yang mengandung aliran listrik dan tersungkur disekitarnya yang terdapat genangan air yang menyatu dengan ting PJU, sehingga motor dan kedua korbannya juga teraliri listrik.

    Salah satu warga yang sempat menolong dan menarik korban, terpaksa melepaskan kembali karena tangan korban terdapat aliran listrik, sehingga warga yang berdatangan juga kebingunan untuk menolong karena takut kesetrum. Karena lambatnya mencarai solusi menolong yang aman agar terhindar aliran listrik, menyebabkan nyawa kedua korban tidak tertolong.

    “Ada yang teriak-teriak melihat orang jatuh. Kebetulan saya mau ke keluar. Kemudian saya mau tolongin yang perempuan dulu (istri) korban. Namun saat berupaya menariknya ada sengatan listrik yang mengalir dari tangannya, karena terkejut akhirnya pegangan dilepaskannya ,”ungkap Nabilah, saksi mata warga setempat, saat dikonfirmasi Sabtu (23/12) sore.

    Baca juga :  Pj Gubernur Adhy Karyono Minta ASN Wujudkan Reformasi Birokrasi Berdampak

    Nabilah pun melepaskan tangan korban dan korban kembali tersungkur di atas genangan air di antara tiang listrik yang ditabrak. ”Saya sempat megang tangan ibunya, tapi ibunya dalam keadaan kesetrum, sehingga saya lepas dan saya langsung lari,” imbuhnya.

    Tak lama kemudian sejumlah warga berdatangan ingin menolong, karena tahu ada aliran listrik di genangan air sekitar tiang PJU warga tidak berani menolong dan sempat menguji aliran listrik di tiang listrik dengan obeng tespen.

    Hasilnya diketahui ada aliran listrik yang masih menyala. Didukung pula dengan kondisi jalanan di lokasi yang dalam kondisi banjir setinggi 20 sentimeter. Sehingga membuat kedua korban terjungkal dan tersengat listrik.

    Baca juga :  Pj Gubernur Adhy Karyono Minta ASN Wujudkan Reformasi Birokrasi Berdampak

    Setelah sejumlah relawan tiba dilokasi mengamankan kondisi tiang PJU aman dari aliran listrik. KemudiaN relawan langsung mengevakuasi jasad kedua korban dan membawa pasutri yang sudah tak bernyawa kamar jenazah RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan visum. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tewasnya dua pengendara motor tersebut

    Petugas Satreskrim Polres Mojokerto Kota juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi jenazah untuk menyelidiki penyebab peristiwa tersebut. (gatot sugianto)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan