Sabtu, 24 Februari 2024
28 C
Surabaya
More
    OpiniPresiden Baru, Lahirlah “Keajaiban” Baru

    Presiden Baru, Lahirlah “Keajaiban” Baru

    Oleh Djoko Tetuko

    Hasil Pemilihan Umum pada 14 Februari 2024 nanti, Indonesia sudah pasti akan melahirkan presiden dan wakil presiden (baru). Mengingatkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang kini sedang kampanye dan debat Capres dan Cawapres, adalah tokoh nasional baru, dimana keenam tokoh itu adalah belum pernah menjabat presiden dan wakil presiden.

    Dalam catatan sejarah bahwa Indonesia sejak memproklamirkan kemerdekaan pada tahun 17 Agustus 1945, kemudian satu hari berikutnya melahirkan Undang Undang Dasar 1945, mencatat dalam sejarah sudah dipimpin tujuh presiden dengan model kepemimpinan berbeda sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jaman. Juga sesuai dengan cara memimpin mengendalikan anak bangsa sekaligus menjaga sejengkal tanah milik ibu pertiwi, di negeri suci ini.

    Bumi Pertiwi nan suci ini, mempunyai Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 begitu luar biasa dalam menjaga kedaulatan bangsa bangsa di dunia, sebagaimana termaktub.

    Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

    Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang membahagiakan dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

    Atas berkat rakhmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesai menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

    Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Indonesia pada masa itu (1945, 79 tahun silam) sudah begitu strategis dalam berpikir untuk kedamaian seluruh dunia. Sudah begitu agung menjaga kebhinekaan dengan persatuan dan kesatuan anak bangsa, menjaga keberagaman dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjaga cita-cita luhur para pendiri bangsa dengan “kalimat sakral” mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Sedangkan presiden yang pernah memimpin ialah;

    1. Presiden Soekarno (1945-1967)
    Soekarno merupakan presiden pertama RI. Disebut-sebut sebagai bapak proklamator bersama Bung Hatta.

    Lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Ia menempuh jenjang pendidikan terakhir di ITB dan lulus dengan menyandang gelar insinyur.

    Presiden Soekarno dengan Wakil Presiden, Drs. Moh Hatta. Dimana wakil presiden lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902.

    2. Presiden Soeharto (1967-1998)
    Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 di Argomulyo, Yogyakarta. Soeharto merupakan lulusan dari sekolah Bintara di Gombong.

    Karir militer Soeharto cukup menonjol. Ia pun turut berperang dalam melawan penjajah Belanda. Saat menjabat sebagai presiden, Soeharto menduduki kursi jabatan presiden paling lama. Selama Presiden Soeharto menjabat bersanding dengan beberapa wakil presiden.

    Diantaranya, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Adam Malik, Umar Wirahadikusumah. Sudharmono, Try Sutrisno, dan yang terakhir B. J. Habibie.

    3. Presiden BJ Habibie (1998-1999)
    BJ Habibie adalah presiden yang sebelumnya menduduki jabatan wakil presiden di masa jabatan Presiden Soeharto. Ia memimpin negara Indonesia tanpa didampingi seorang wakil presiden.

    4. Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001)
    Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah presiden yang juga menjadi tokoh dalam organisasi Islam, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Ia dilantik oleh MPR pada 20 Oktober 1999 menjadi presiden didamping Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri.

    5. Presiden Megawati Soekarno Putri (2001-2004), diangkat dari kursi wakil presiden menjadi presiden. Nama lengkapnya adalah Dyah Permata Megawati Setiawati Soekarno Putri, lahir pada 23 Januari 1946 di kota Yogyakarta.

    Ia terpilih presiden pada 23 Juli 2001 untuk menggantikan posisi mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Wakil presiden yang mendampinginya adalah Hamza Haz

    6. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)
    Presiden keenam Indonesia akrab dengan sebutan SBY. Ia menjadi presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.

    SBY berkarir di bidang politik dengan menjadi anggota DPR, Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam) di tahun 2000-2004. Dalam melaksanakan tugas, Presiden SBY dibantu Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (pada periode pertama) dan Wakil Presiden Boediono (periode kedua)

    7. Presiden Joko Widodo (2014-Sekarang)
    Presiden Joko Widodo lebih dikenal dengan sebutan Jokowi. Sebelum menjabat sebagai seorang presiden, ia adalah seorang gubernur DKI Jakarta.

    Jokowi juga sempat menjadi Wali Kota Surakarta sejak tahun 2005 hingga 2012. Wakil-wakilnya adalah M Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin.

    Presiden hasil Pemilu 2024 adalah presiden (baru) juga wakil presiden (baru). Dalam istilah Jawa ada pepatah begitu luhur dan luar biasa dipopulerkan oleh Presiden Soeharto, “Mikul Duwur, Mendem Njero”. Siapa pun presiden dan wakil presiden teprilih, wajib hukumnya bersikap terbuka dengan memegang amanah sungguh-sungguh. Tetapi tetap menjaga pesan leluhur yang agung. Melanjutkan kepemimpinan nasional dengan berjanji memberantas korupsi, menjaga marwah amanah untuk tidak kolusi, juga memegang Teguh martabat hebat supaya Indonesia sehat. Tidak Nepotisme.

    KKN memang mudah diucapkan, mudah digembar-gemborkan. Tetapi tidak mudah memang diwujudkan seorang pemimpin. Presiden (baru) mau tidak mau, suka tidak suka, sudah punya kewajiban melawan kedhaliman dan ketidakadilan serta benar-benar melawan KKN.

    “Mikul Duwur, Mendem Njero (Mengangkat Setinggi-tingginya kebaikan pemimpin siapa saja, dan mengubur sedalam dalamnya kejelekannya atau keburukan pemimpin siapa saja) adalah keniscayaan. Bahkan jika berharap lahir “Keajaiban” (baru) dalam memimpin negara dengan umat Islam terbesar seluruh dunia ini akan berhasil dengan derajat terhormat, juga diturunkan berbagai keajaiban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. InsyaAllah? Maka berbudi pekerti luhur dengan sungguh-sungguh, adalah kunci sekaligus keniscayaan. (Djoko Tetuko/BBS)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan