Kamis, 29 Februari 2024
31 C
Surabaya
More
    LifeStyleLaura Basuki lakukan riset perselingkuhan untuk "Merajut Dendam"

    Laura Basuki lakukan riset perselingkuhan untuk “Merajut Dendam”

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Aktris Laura Basuki melakukan riset tentang perselingkuhan sebelum memerankan karakter Nina dalam serial terbarunya “Merajut Dendam.”

    “Sebelum aku mainin serial ‘Merajut Dendam’ ini, aku melakukan riset dulu tentang perselingkuhan dan ternyata tingkat perselingkuhan di Indonesia urutan ke 2 di Asia loh,” kata Laura Basuki saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/10).

    Laura Basuki juga mengomentari fakta bahwa perselingkuhan bukanlah isu yang asing, tetapi, sering terjadi di sekitar masyarakat dan bahkan menjadi berita di media massa.

    Serial “Merajut Dendam”, yang dibintangi Laura Basuki dan Oka Antara, menggali isu perselingkuhan lebih mendalam dan memberikan sudut pandang yang lebih kompleks. Serial itu bercerita tentang Nina, seorang wanita yang tangguh dan penuh strategi yang berusaha menyelamatkan keluarganya dari perselingkuhan suaminya, meskipun hal itu sangat sulit.

    Baca juga :  Karya Sastra Umbu Landu Paranggi Jadi Inspirasi Film “Bonnie”

    “Karakter Nina sangat menarik karena dia tidak mudah menyerah,” ujar Laura Basuki.

    Laura berharap bahwa “Merajut Dendam” akan memberikan inspirasi dan refleksi bagi banyak penonton yang mungkin mengalami situasi yang serupa dalam kehidupan nyata mereka.

    Laura juga menyoroti hubungan kerja antara dia dan Oka Antara yang memerankan suaminya dalam serial itu.

    “Untungnya ini bukan projek pertama kita bareng ya, sebelumnya sudah beberapa kali kerja sama Oka, jadi, aku merasa nggak ada kendala selama persiapan dan proses syuting, aman-aman aja,” ujar Laura.

    Serial “Merajut Dendam” dijadwalkan tayang perdana di Vidio pada tanggal 13 Oktober 2023. Dengan tema yang kuat dan akting dari Laura Basuki dan seluruh pemainnya, serial itu diharapkan dapat menggugah penonton untuk berpikir lebih dalam tentang isu perselingkuhan dalam masyarakat dan mendorong dialog yang perlu dalam jaga hubungan yang sehat. (*)

    Reporter : Moh. Junaedi Rizki

    Sumber : Antaranews

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan