Selasa, 21 Mei 2024
32 C
Surabaya
More
    LifeStyleTata laksana kanker multidisiplin tingkatkan ketepatan diagnosa

    Tata laksana kanker multidisiplin tingkatkan ketepatan diagnosa

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Konsultan Patologi Anatomi di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dr. Didik Setyo Heriyanto, PhD, Sp.PA mengatakan tata laksana kanker dengan model multidisiplin akan mempercepat proses dan meningkatkan ketepatan diagnosa kanker.

    “Jauh lebih baik, lebih cepat, dan presisi, jadi kemanfaatannya jauh lebih baik dibanding dulu,” ucap Didik saat ditemui dalam Simposium Presisi Onkologi di Jakarta, Sabtu.

    Pendekatan kolaboratif ini, kata Didik, berpotensi mempercepat hasil pemeriksaan, mengurangi durasi yang awalnya lebih dari 2 minggu menjadi 5-10 hari saja.

    Kerja sama dari para dokter subspesialis tersebut tidak hanya berhenti sampai pemeriksaan diagnostik saja, namun sampai pada terapi yang akan diterapkan untuk Penderita kanker hingga aspek psikologisnya. Bahkan tak jarang para dokter akan mengadakan forum untuk membahas diagnosa Penderita kanker serta tindakan terapi yang tepat.

    Didik menjelaskan Penderita akan mendapatkan diagnosa dan terapi yang tepat dengan tim dokter multidisiplin dengan cara mengetahui profil kanker dari Penderita dari pemeriksaan bio marker. Dari pemeriksaan itu akan diketahui pengobatan spesifik yang disesuaikan dengan kondisi Penderita, karena tidak semua kanker dapat diobati dengan cara yang sama.

    Dokter lulusan Universitas Gajah Mada ini mengatakan keberhasilan pengobatan Penderita kanker dengan tata laksana multi disiplin akan jauh meningkat dengan terapi yang sudah pasti sesuai dengan kebutuhan Penderita serta akan menekan biaya kesehatan akibat pengobatan kanker.

    “Dengan kecepatan respons yang meningkat, Penderita memiliki akses dini pada terapi target seperti EGFR, ALK, dan imunoterapi PD-L1, disamping pilihan terapi konvensional lainnya,” katanya.

    Namun, Didik mengatakan penerapan multi disiplin tata laksana Penderita kanker masih terkendala dengan kurang lengkapnya dokter subspesialis yang ada di beberapa rumah sakit.(*)

    Editor : Moh. Junaedi Rizki

    Sumber : Antaranews

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan