Sabtu, 18 Mei 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanLimbah B3 Pabrik Alumunium Cemari Belasan Hektar Sawah Warga Beji Pasuruan

    Limbah B3 Pabrik Alumunium Cemari Belasan Hektar Sawah Warga Beji Pasuruan

    PASURUAN (WartaTransparansi.com) – Lantaran lahan persawahannya diduga tercemar limbah B3 cair milik PT. Sido Agung Alumunium, 7 petani dari Dusun Balungrejo, Desa Kedungriingin, Kecamatan Beji bersama Forum DAS Wrati mengadukan ke kantor DLH Kab. Pasuruan, Kamis(10/8/23).

    Mayoritas warga di daerah tersebut adalah petani yang hanya bisa menanami lahannya saat musim kemarau saja dan mereka merasa prihatin terhadap dugaan pencemaran yang telah terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Namun, baru-baru ini situasinya semakin memburuk. Hal itu terlihat dari kerusakan pada lahan pertanian dengan luas belasan hektar lahan pertanian rusak.

    Mistari, seorang warga berusia 54 tahun dari Kedungringin, menjelaskan masalah ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Dia mengeluhkan kerusakan lahan pertanian yang terjadi setelah diduga tercemar oleh limbah dari perusahaan aluminium.

    Baca juga :  Koalisi Jurnalis Pasuruan Tolak Revisi UU Penyiaran

    “Padi yang baru saya tanam tiba-tiba mengering. Saya mencoba menanam lagi, tetapi hasilnya masih sama, tanaman padi kembali mengering. Saya sangat kesal karena masalah ini telah berlangsung cukup lama,” ungkap Mistari.

    Koordinator Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto, juga mengutuk perilaku perusahaan yang diduga menyebabkan pencemaran lingkungan akibat limbah dari pabrik aluminium. Ia berharap perusahaan akan menghentikan pembuangan limbahnya ke Sungai Wrati atau mengubah metode pembuangan dengan memanfaatkan pipa agar lingkungan pertanian tidak tercemar.

    “Limbah cair dari perusahaan tersebut kemungkinan tercecer akibat adanya kerusakan pada saluran buis beton yang digunakan untuk pembuangan. Dampak dari pencemaran ini telah merusak sekitar sebelas hektar lahan pertanian. DLH Kabupaten Pasuruan harus segera mengambil tindakan atas masalah ini,” desaknya.

    Baca juga :  Persyaratan Dukungan yang Berat Jadi Pertimbangan Nihilnya Calon Perseorangan

    Samsul Arifin, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Pasuruan, menyatakan DLH telah memberikan sanksi kepada perusahaan, termasuk pembenahan sistem pembuangan dan instalasi pengolahan limbah. Namun, dia tidak memiliki informasi terbaru tentang perkembangan masalah ini karena perwakilan perusahaan tidak hadir pada pertemuan terbaru.

    Sementara itu Sugianto, Legal Officer PT Sido Agung Aluminium, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti aduan warga terkait kerusakan sawah. Namun, hasil penelusuran mereka menunjukkan bahwa kerusakan tersebut tidak terkait langsung dengan saluran air limbah perusahaan.

    Meski demikian, Sugianto menyatakan bahwa perusahaan tetap akan melakukan evaluasi dan pengecekan terkait saluran air untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan yang dapat menyebabkan pencemaran lebih lanjut,”pungkas pria yang juga seorang pegawai pada Dinas Perhubungan Pemkab Pasuruan, dari sambungan telepon selularnya. (*)

    Reporter : Rohmat Wijaya

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan