Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurJemberHari Air Sedunia, Dinas PU SDA Jatim Ajak Masyarakat Reboisasi Hutan

    Hari Air Sedunia, Dinas PU SDA Jatim Ajak Masyarakat Reboisasi Hutan

    JEMBER (Wartatransparansi.com) – Peringatan hari air sedunia berlangsung di lapangan perkebunan desa Klungkung Kecamatan Sukorambi, Jember, Selasa (21/3/2023).

    Acara dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air Jatim (Dinas PU SDA), Baju Trihaksoro dan Asisten 2 Bidang Perekonomian Pemkab Jember Hendro Sulistijono yang mewakili Bupati Jember yang tengah menjalankan ibadah umroh.

    Diikuti ratusan peserta dari berbagai instansi pemerintahan dan relawan peduli pelestarian alam, acara penanaman pohon dan tabur benih ikan serentak, peringatan hari air dunia ke 31, be the change you want to see In the World ini dilanjutkan dengan penanaman pohon untuk mengembalikan fungsi hutan ditengah perubahan iklim global.

    Baca juga :  KSR PMI Potong Hewan Qurban di Puncak Gunung Gambir

    “hari air sedunia ini untuk menangani kerusakan-kerusakan dampak terkait iklim global,” ujar baju trihaksoro, kepala dinas pekerjaan umum sumber daya air provinsi jawa timur.

    Selain itu kegiatan ini juga sebagai langkah mitigasi pemerintah provinsi terhadap titik-titik rawan bencana di jawa timur. “juga terkait mitigasi kebencanaan di jawa timur” tambahnya.

    Selain dengan penanaman pohon dan penebaran benih ikan, penanganan masalah air juga memerlukan pembuatan lubang biopori untuk menstabilkan kandungan air dalam tanah.

    Hari Air Sedunia, Dinas PU SDA Jatim Ajak Masyarakat Reboisasi Hutan

    “tidak hanya penanaman pohon dan menebar benih, juga diperlukan biopori itu untuk menstabilkan tanah” tutur Baju.

    Reboisasi hutan di kawasan pegunungan diperlukan untuk memperbaiki dan meminimalisir dampak kerusakan hutan dari hulu air. sehingga pengelolaan resapan air di bagian hilir, seperti lubang biopori di kawasan perkotaan dapat dimaksimalkan.

    Baca juga :  KSR PMI Potong Hewan Qurban di Puncak Gunung Gambir

    “dampak kerusakan-kerusakan yang terkait mulai dari gunung sampai ke hilir itu kita kelola dengan baik” tutup baju trihaksoro.

    Sementara itu, Menurut Asisten 2 bidang perekonomian pemerintah kabupaten jember, Hendro Sulistijono, kabupaten jember memiliki banyak cadangan cukup. sehingga pengelolaan hutan sebagai kantung air tanah perlu dikelola dengan baik sejak dini.

    “dengan cadangan air yang begitu melimpah di kabupaten jember ini, itu tidak kita biarkan untuk mengalir ke laut.” ujar hendro sulistijono (asisten 2 bidang perekonomian pemerintah kabupaten jember).

    apabila tidak dikelola dengan baik/ potensi besar ini justru dapat menimbulkan bencana seperti longsor dan banjir, seperti yang selama ini terjadi.

    “selain sangat bermanfaat, air jika tidak dikelola dengan benar, akan menimbulkan masalah seperti banjir, longsor dan lain sebagainya.” tambah hendro.

    Baca juga :  KSR PMI Potong Hewan Qurban di Puncak Gunung Gambir

    di musim kemarau, penyimpanan air tanah dari akar pohon dapat menyelamatkan dari bencana kekeringan di wilayah perkotaan.

    “penanaman pohon selain akarnya nanti sebagai penahan longsoran tanah, disisi lain juga mampu menimbun cadangan air yang ada di dalam tanah.” tutup hendro. (ron/min)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan