Sabtu, 22 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanDi Surabaya, Anies Baswedan Salat Jumat di Masjid Al Akbar

    Di Surabaya, Anies Baswedan Salat Jumat di Masjid Al Akbar

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai NasDem, Demokrat, dan PKS di Pilpres 2024, berkunjung  ke Surabaya, Jumat (17/3/2023). Menyempatkan diri melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Akbar.

    Di halaman masjid Al Akbar, banyak relawan menyambut dan ber-yel…yel… Anies Presiden 2024. Bahkan, Anies juga dikerubungi banyak jemaah sebelum kemudian mendapat pengawalan menuju ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) Gayungan.

    Anies menyatakan, Kota Surabaya adalah kota di mana keluarganya berasal. Ia tidak melupakan sejarah bahwa kakeknya AR Baswedan lahir dan besar di Surabaya.

    “Alhamdulillah saya bersyukur hari ini bisa pulang ke Surabaya. ini adalah kunjungan hari pertama. Surabaya, kota di mana keluarga kami berasal. Kakek kami dari sini, tumbuh besar di kawasan Ampel,” kata Anies.

    Baca juga :  Golkar Jatim Yakin Kyai Marzuqi Tidak Nyalon Gubernur

    Hanya, Anies beralasan bahwa kedatangannya ke Surabaya bukan kampanye atau bersifat p[olitis. Semata hanya silaturahmi dengan relawan dan teman lama.

    “Hari ini bisa bersyukur bisa berjumpa teman lama, aktivis-aktivis dan siang ini menunaikan salat Jumat di Masjid Al Akbar sekaligus silaturahm i dengan pengurus Masjid Al Akbar,” ujarnya.

    “Ini silaturahmi dua arah, mendengar aspirasi dan harapan untuk masa depan Indonesia dan bagi kami bercerita apa saja yang kami jalani apa yang kami kerjakan dan rencanakan ke depan,” lanjutnya menambahkan bahwa ia juga akan bertemu dengan perwakilan parpol Koalisi Perubahan.

    Sebelumnya, rencana kunjungan Anies Baswedan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, mendapat penolakan dari kelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB).

    Baca juga :  Tahun 2024 Semua Layanan Publik Jatim Diharap Naik Status Menjadi A

    Bentuk penolakan itu dilakukan dengan memasang spanduk di sejumlah titik Kota Surabaya. Spanduk itu bertulis ‘PNIB Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia tolak khilafah, radikalisme, terorisme politik identitas ayat & mayat seperti Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta’. Terpampang juga gambar wajah Anies yang dicoret.

    Surabaya bukanlah kota pertama yang menolak kehadiran Anies. Sebelumnya juga spanduk penolakan Anies terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Makassar Sulawesi Selatan, Solo, Jawa Tengah, Soreang, Kabuopaten Bandung,  dan di Banda Aceh di mana izin kegiatannya di Taman Banda Aceh dicabut oleh pihak dinas terkait.  (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan