Selasa, 18 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSurabaya Jadi Kota Bebas Buang Air Besar Sembarangan

    Surabaya Jadi Kota Bebas Buang Air Besar Sembarangan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemkot Surabaya menerima sertifikat Open Defecation Free (ODF) atau masyarakatnya sudah terbebas dari perilaku buang air besar (BAB) sembarangan. Hal ini berdasarkan hasil dari Tim Verifikasi ODF Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan 14-16 Desember 2022.

    Keputusan tersebut disampaikan Tim Verifikasi ODF Jatim dalam sidang pleno Verifikasi Surabaya Open Defecation Free Pilar 1 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di ruang sidang wali kota, Balai Kota Surabaya, Kamis (16/3/2023).

    Dalam agenda ini, Ketua Tim Verifikasi ODF Pemprov Jatim, M Yoto, memimpin sidang pleno yang diikuti langsung Wali Kota Eri Cahyadi bersama Sekda Surabaya Ikhsan. Sidang pleno ini merupakan tahapan akhir setelah sebelumnya dilakukan verifikasi lapangan pada Rabu, 15 Maret 2023.

    “Dari rangkaian proses verifikasi kita sejak tanggal 14 Maret 2023 dengan melakukan sampel di 20 kelurahan 10 kecamatan, hasil yang kita peroleh kesimpulannya bahwa untuk Pilar 1 STBM perubahan perilaku masyarakat mengakses ke jamban sehat 100 persen,” kata Yoto.

    Baca juga :  Jumlah Hewan Kurban Capai 434.843 Ekor, Indikasi Ekonomi Masyarakat Jatim Meningkat

    Sedangkan terkait distribusinya, M Yoto menerangkan, bahwa untuk akses aman mencapai 56 persen, sharing 3,9 persen dan tidak layak 0,2 persen. Ini capaian luar biasa. Ia pun mendorong Pemkot Surabaya bisa segera mencapai 100 persen pada Pilar 2 hingga 5 STBM.

    “Yang jelas Kota Surabaya sudah punya modal luar biasa. Yakni, modal dasar dengan ODF dan juga pilar (kedua) cuci tangan sudah 80 persen dan pilar ketiga pengelolaan makanan minuman aman di rumah tangga sudah 70 persen. Hanya tinggal Pilar 4 dan 5, kami harap satu tahun bisa selesai. Sehingga kita menjadi kota kelima (STBM) di seluruh Indonesia,” jelasnya.

    Setelah menjadi Kota ODF atau bebas BAB Sembarangan, pihaknya juga mendorong Surabaya dapat menuju Kota Sehat pada tahun 2023. Ia berharap, pemkot bisa terus berproses khususnya dalam melengkapi syarat dokumen hingga batas akhir Maret 2023.

    Baca juga :  Masih Ada Warga Surabaya Buang Kotoran Hewan Kurban di Sungai

    “Dengan demikian berdasarkan hasil, maka kami dari tim verifikasi menyatakan Kota Surabaya layak sebagai kabupaten/kota ODF yang ke 24 di Provinsi Jawa Timur,” paparnya.

    Sementara itu, Wali Kota Eri mengaku bersyukur atas hasil verifikasi yang menetapkan Kota Surabaya bebas buang air besar sembarangan atau ODF. Namun menurutnya, capaian ini bukanlah tujuan akhir dari Pemkot Surabaya.

    “Kalau hari ini kita (Surabaya) dikatakan bebas ODF 100 persen, tapi bukan berarti sudah tidak ada, tinggal (jamban) leher angsa, jadi itu yang harus diperbaiki. Jadi ini tantangan buat teman-teman kecamatan dan kelurahan,” tuturnya.

    Ia juga meminta kepada jajarannya agar terus berupaya dapat mencapai 5 Pilar STBM. Meski tak mudah, namun ia meyakini target tersebut bisa tercapai pada akhir Desember 2023.

    Baca juga :  Salat di Taman Surya, Eri: Idul Adha Momentum Tingkatkan Jiwa Sosial

    “Saya minta di akhir Desember 2023, semua (Pilar 1-5 STBM) sudah berjalan sesuai aturan yang ada. Tidak ada kata menyerah, karena kita ini (bekerja) satu hanya untuk umat,” terangnya.

    Di kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan 7 orang perwakilan Tim Verifikator Provinsi Jatim. Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat Kota Surabaya ODF atau Bebas BAB Sembarangan kepada Wali Kota Eri. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan