Jumat, 14 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TengahYogyakartaAksi Demo Damai Aliansi Mahasiswa UGM Tolak Uang Pangkal

    Aksi Demo Damai Aliansi Mahasiswa UGM Tolak Uang Pangkal

    YOGYAKARTA (Wartatransparansicom) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi demo damai menolak segala bentuk pungutan termasuk uang pangkal di Balairung, Gedung Pusat UGM, Senin (13/3/2023).

    Aksi dimulai dengan long march dan mobilisasi dari Taman Sansiro Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada menuju ke depan Balairung UGM, tempat dimana aksi dilangsungkan aksi.

    Antusiasme mahasiswa terlihat dengan beberapa spanduk dan juga poster yang bertuliskan  beberapa tuntutan. Aksi mahasiswa tersebut di picu oleh pernyataan Rektor UGM, Prof. Ova Emilia yang  mewacanakan akan adanya uang pangkal untuk calon mahasiswa baru.

    “Kami menolak uang pangkal dan pungutan lain di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dan di tahun lalu ada sumbangan sukarela, kami juga menolak karena kami sudah memiliki platform sumbangan sahabat UGM, jadi menurut kami hal tersebut bisa didesentralisasikan,”kata mereka dalam orasinya.

    Baca juga :  Disdik Sleman Bakal Perbanyak Kuota pada PPDB 2024, Begini Teknisnya

    Menanggapi aksi mahasiswa tersebut Rektor UGM, Prof. Ova Emilia turut mengatakan, UGM adalah universitas berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang menerima bantuan pemerintah.

    Meski demikian, bantuan tersebut memiliki nominal yang semakin kecil dan tidak mampu untuk menutup Biaya Kuliah Tunggal (BKT).

    BKT merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi (prodi) di perguruan tinggi negeri (PTN).

    “Kami mengalami defisit. Kami membedakan antara masuk yang berkaitan dengan uang untuk operasional kuliah dan uang lain karena uang kuliah ini pemasukannya sekitar sepertiga dari yang masuk UGM,” jelasnya.

    Ova menegaskan, UGM tetap ingin membantu sebanyak mungkin mahasiswa kurang mampu. Ia juga tidak ingin melihat mahasiswanya drop out lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar kuliah

    Baca juga :  Pemkab Sleman Sosialisasikan Budaya Baru Bayar PBB

    Turut hadir sekaligus memantau aksi mahasiswa yakni jajaran rektorat, termasuk Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ova Emilia M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama Ignatius Susatyo Wijoye, M.M.

    Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.

    Lalu ada pula Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum, DEA. (rls/min)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan