Senin, 6 Februari 2023
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBojonegoroDemi Kemaslahatan Warga, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan Insentif Bagi Guru TPA/TPQ

    Demi Kemaslahatan Warga, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan Insentif Bagi Guru TPA/TPQ

    BOJONEGORO (Wartatransparansi.com) – Pemkab Bojonegoro melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat memastikan insentif untuk guru TPQ akan kembali diberikan pada 2023. Hal ini sebagai bentuk komitmen dan perhatian pemerintah dalam pendidikan maupun kegiatan keagamaan.

    Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Bojonegoro Sahlan mengatakan bahwa selain pembangunan fisik yg sudah dilaksanakan dengan baik dan cepat juga perlu pembangunan mental dan spiritual bagi masyarakat. Salah satunya melalui pendidikan dan kegiatan keagamaan. Selain itu pemberian insentif juga sebagai bentuk apresiasi atas peran serta para guru ngaji yang perannya sangat penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.

    “Untuk tahun 2022 sebanyak 3.680 guru TPQ sudah menerima dana insentif dari Pemkab Bojonegoro. Setiap guru mendapat insentif Rp 150.000 setiap bulanya,” ucapnya.

    Baca juga :  2 Varietas Durian Asli Bojonegoro Dapat Sertifikat dari Kementerian Pertanian RI

    Sahlan menambahkan bahwa pemerintah meluncurkan banyak sekali program kegiatan selain pemberian insentive kepada Guru TPA/TPQ juga pelaku kegiatan keagamaan diantaranya marbot masjid, takmir masjid, modin wanita, santunan duka, jamaah tahlil wanita dan jamaah tahlil pria. Ia berharap agar pendidikan agama serta kegiatan keagamaan terus menjadi perhatian utama oleh ustad-ustadzah agar dapat mewujudkan masyarakat yang cerdas intelektual maupun cerdas spiritual. “Ke depan bisa menjadi generasi yang unggul, beriman dan bertaqwa,” tuturnya.

    Sementara itu, salah satu ustadzah Lailatul Magfiroh TPQ Nurul Ummah dari Desa Sumberagung Kecamatan Sumberrejo merasa sangat senang dan mengapresiasi atas perhatian Pemkab Bojonegoro kepada para guru TPA/TPQ.

    “Terimakasih untuk insentif yang diberikan, kami siap mendukung program Pemkab Bojonegoro baik di sektor pendidikan maupun kegiatan keagamaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (*)

    Reporter : Teguh Safrianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan