Jumat, 14 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanSri Sultan Ingatkan Mengamalkan Pancasila Berarti Menghargai Perbedaan

    Sri Sultan Ingatkan Mengamalkan Pancasila Berarti Menghargai Perbedaan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia terkandung Bhineka Tunggal Ika yang dijamin konstitusi. Untuk itu, ketika ada masalah perlu diingat bahwa sesama anak bangsa, harus saling menghargai karena kemajemukan itu sudah luluh dalam Kebhinekaan.

    Hal itu disampaikan oleh Sri Sultan ketika menjadi narasumber pada diskusi panel Dialog Kebangsaan dengan tema Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (14/1/2023). Dalam dialog yang juga dihadiri Menkopolhukam Mahfud MD yang bertindak sebagai keynote speaker dan difasilitasi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, juga ada dua pembicara lain yakni budayawan KH Zawawi Imron dan tokoh Agama Dr. KH. Wahid Maktub.

    Baca juga :  Pj. Gubernur Dukung Roadshow Bus KPK 2024: Upaya Preventif Pendidikan Anti Korupsi

    Dikatakan bahwa Indonesia memiliki berbagai suku yang dijamin oleh konstitusi. “Di Jogja, saya pernah bertemu dengan mahasiswa asal Papua yang meminta maaf jika dirinya belum bisa bahasa Jawa. Tetapi, saya mengingatkan bahwa tetaplah bangga menjadi suku Papua dan berbahasa di lingkungan mereka. Karena semua itu dijamin oleh konstutusi. Tidak ada yang bisa memaksakan kehendak. Demikian juga untuk suku lainnya di tanah air. Karena kita menghargai perbedaan,” tambahnya.

    Sri Sultan yang juga Gubernur DIY mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia di masa depan sangat luar biasa. Sehingga, diperlukan pemimpin sekaligus generasi di masa depan bisa menatap tegas ke depan, tanpa menoleh ke belakang. “Harapan saya jangan hanya mengatakan Bhineka Tunggal Ika adalah lambang negara, tetapi harus kita aplikasikan menjadi strategi integrasi bangsa. Itulah pilihan kita untuk berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

    Baca juga :  Wakil Ketua KPK Imbau Calon Kepala Daerah Jangan Money Politics

    Sementara Zawawi Imron mengakui Indonesia adalah wilayah yang sangat indah seperti disampaikan orang asing ketika melihat negeri ini. Dengan adanya Pancasila yang menghormati adanya perbedaan perlu menjadi pedoman hidup bangsa. “Biasanya orang miskin itu lebih Pancasilais. Karena berjiwa bersih. Meskipun tidak pinter. Yang repot itu, orang yang setengah pinter. Memanfaatkan Pancasila untuk menyalahkan orang lain,” katanya.

    “Saya sendiri juga sering beda pendapat dengan istri saya. Tetapi, karena saling menghormati, sehingga tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Karena memang saling menghormati,” tambahnya.

    Sebelumnya,  Prof Drs KH. Yudian Wahyudi, MA Ph, kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam sambutannya mengatakan, generasi masa kini patut bersyukur bahwa Indonesia memiliki Founding Father atau pendiri dan proklamator Bangsa Indonesia seperti Bung Karno dan Bung Hatta yang meletakkan pilar dan ideologi bangsa yakni Pancasila. “Kehebatan Pancasila adalah konsistensi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Pengorbanan dan keikhlasan para founding father yakni proklamator Bung Karno dan Bung Hatta harus menjadi cambuk untuk menjaga NKRI hari ini hingga masa depan,” urainya.

    Baca juga :  KPK Sebut Jumlah Pengaduan Masyarakat Kasus Korupsi Kota Surabaya Tertinggi

    Menurut Yudian, Pancasila dalam perspektif Islam adalah istijabah atau doa yang dilantunkan oleh para Nabi yang keberkahannya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Lewat Ideologi Pancasila, Indonesia mampu menjaga harmoni, kerukunan, keamanan dan ketertiban diantara masyarakat yang membentang dan terpisahkan dari beribu pulau, suku dan agama,” tandasnya. (sr/min)

     

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan