Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoKendalikan Swasembada Pangan Bupati Ikfina Jalin Kerjasama dengan BPTP Jatim

    Kendalikan Swasembada Pangan Bupati Ikfina Jalin Kerjasama dengan BPTP Jatim

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjalin kerjasama dengan dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur (Jatim) di sektor pertanian. Upaya ini dimasudkan guna mendukung program pemerintah mencapai swasembada pangan serta mengendalikan inflasi di Bumi Majapahit.

    Pelaksanaan kerjasama tersebut tertuang pada Nota Kesepakatan yang ditandatangani langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dengan Kepala BPTP Jatim, Dr. Atekan, yang dilaksanakan di smart room Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto, pada Kamis (12/1) petang. Yang juga turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, Kabag Pemerintahan, dan Kabag PKP Pemkab Mojokerto.

    Dalam nota kesepakatan tersebut, terdapat kerjasama yang dilakukan Pemkab Mojokerto dengan BPTP Jatim terkait dengan penyediaan sumber benih Varietas Unggul Baru (VUB) Balitbangtan serta pembinaan dan pendampingan penangkaran benih kepada para petani di Bumi Majapahit.

    Dalam sambutannya, Kepala BPTP Jatim, Dr. Atekan menjelaskan, dengan melaksanakannya melakukan Nota Kesepakatan ini, dapat menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto.

    Baca juga :  Di Kota Mojokerto: Lengkapi Kota Kuliner dengan Festival Bakar Sate

    “Mudah-mudahan kedepannya diberikan kemudahan-kemudahan untuk dapat mengawal terkait pembangunan pertanian di Kabupaten Mojokerto,”harap Kepala BPTP Jatim.

    Ditambahkan, dalam pelaksanaan pelaku Nota Kesepakatan itu, memang fokus terhadap perbenihan, karena menurutnya, perbenihan sangat memegang peran penting dalam mengembangkan disektor pertanian.

    “Artinya sumbernya dari benih, kalau benihnya kualitasnya tidak bagus, biarpun kita kasih pupuk dengan kualitas yang sangat baik, saya yakin kualitasnya tidak akan baik,” jelasnya.

    Terkait benih, lanjut Atekan, bahwa BPTP Jatim sudah memproduksi khususnya untuk benih dasar (BD atau FS) padi sedikitnya 18 Ton, dan Ia menilai sudah dapat memenuhi kebutuhan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

    “Jadi kalau terkait benih padi untuk memenuhi yang ada di Kabupaten Mojokerto sebetulnya ini sudah lebih dari cukup untuk kelas FS,” ujarnya.

    Selain memproduksi benih dasar padi, saat ini BPTP Jatim juga fokus dalam mengembangkan sektor ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Terkait pengembangan ayam KUB, Atekan menilai, dapat dikembangkan bersama dengan Pemkab Mojokerto. “Tentu nanti terkait dengan pendampingan kami juga punya tenaga ahli dibidang itu, sehingga kami bisa mengembangkan di kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

    Baca juga :  Di Kota Mojokerto: Lengkapi Kota Kuliner dengan Festival Bakar Sate

    Secara terpisah, Bupati Ikfina di dampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, sangat mengapresiasi sebesar-besarnya melakukan kerjasama terkait pelaksanaannya kesepakatan Nota Kesepakatan tersebut . Ia menilai, komoditas utama di Bumi Majapahit adalah padi serta adanya pelatihan kepada para petani terhadap penangkaran benih padi dapat meningkatkan kualitas di sektor pertanian.

    “Sehingga nanti harapannya adalah benih-benih padi yang ditanam oleh para petani adalah benih-benih padi yang berkualitas dengan teknik penangkarannya yang benar,” jelas Bupati.

    Selain itu, adanya pengembangan ayam KUB oleh BPTP Jatim, Bupati Ikfina juga sangat mendukung dengan pengembangan ayam KUB tersebut. Ia juga mengatakan kedepannya BPTP Jatim bisa berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, karena hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN TA 2022, Dana Desa ditetapkan penggunaannya dalam Program Ketahanan Pangan dan Hewani sebesar 20 persen .

    Baca juga :  Di Kota Mojokerto: Lengkapi Kota Kuliner dengan Festival Bakar Sate

    “Sehingga aturan 20 persen ini akan dapat memberikan kemanfaatan yang lebih nyata sehingga dapat mensupport ketahanan pangan yang betul-betul ada dampaknya. Jadi, ini akan memberikan pengaruh terhadap inflasi karena daging ayam dan telur termasuk komoditas yang dipantau terus setiap hari karena memiliki komponen yang menentukan angka inflasi,” jelasnya.

    Bupati Ikfina juga meminta Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto untuk bisa mencermati dan menarik kerjasama yang telah dilakukan oleh Pemkab Mojokerto dengan BPTP Jatim, karena hal ini bisa memperbaiki sistem tanam padi yang dapat menjamin hasil panennya serta berdampak pada pengendalian inflasi di Bumi Majapahit.

    Selain dapat mengatasi inflasi, Orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap, dengan melakukan kerjasama ini dapat mewujudkan dunia pertanian di Bumi Majapahit akan semakin baik dan berkembang, serta dapat meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto.

    Mudah-mudahan kedepannya, kerjasama kita ini akan terjalin semakin baik dan memberikan manfaat yang semakin besar untuk masyarakat kabupaten Mojokerto,”pungkasnya. .(*)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan