Senin, 22 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoProgram Jamban Sehat Rp 18 M Diadukan Kejaksaan Mojokerto

    Program Jamban Sehat Rp 18 M Diadukan Kejaksaan Mojokerto

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Program jamban sehat yang menelan dana Rp. 18 Miliar lebih di adukan LSM Srikandi (Serikat konservasi lingkungan hidup Indonesia) asalnya pelaksanaan pembangunan ribuan Jamban Sehat melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto tersebut disinyalir sarat dengan korupsi hingga berpotensi adanya kerugian uang negara.

    “Kami menilai dalam realisasi pekerjaan pebuatan jamban sehat sejumlah 5.598 unit , disinyalir sarat dengan korupsi sehingga berpotensi adanya kerugian uang Negara, karena itu kami mengadukan ke Kejari Mojokerto” kata Sumartik, Ketua LSM Srikandi, saat diknfirmasi, Senin (2/1/2023).

    Menurut Sumartik, program bupati Mojokerto dr Hj Ikfina Fahmawati M.Si pengadaan jamban sehat untuk warga kurang mampu tersebut, tercatat sebanyak 5.598 warga yang menyebar di Kab. Mojokerto dengan alokasi dana Rp 18 Miliar diperuntukan khusus ongkos tukang dan bahan material.

    Ditambahkan, hasil investigasi LSM Srikandi di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, ada kejanggalan dalam penyaluran anggaran, yang mana dalam program tersebut seharusnya warga penerima bantuan meneria total uang Rp 3,1 juta yang ditaransfer dari kantor DPRKP2 Kabupaten Mojokerto dan pelaksanaan pembuatan jamban terserah warga penerima untuk pembelian material dan ongkos tukang. Namun faktanya warga penerima hanya menerima uang Rp 1 juta untuk ongkos tukang, sedangkan pengadaan material ada pelaksana lain.

    Baca juga :  Menuju Indonesia Emas, Disdikbud Kota Mojokerto Lakukan Praktek P5 Guru SMP

    “Warga kurang mampu yang menerima dari 3,1 juta hanya terima 1 juta sedang yang 2,1 juta diberikan berupa bahan matrial, uang untuk ongkos masih dipotong hingga 200 ribu” jelas Sumartik

    Sumartik juga menyampaikan, jumlah bahan matrial yang di terima dari toko bangunan berupa 250 batu bata, 1 kloset merk ina, Semen gresik 3 sak, Pasir 1 pick up, Paralon ukuran 3 dm 1 lonjor, 2 biji Bis untuk spiteng.

    Apabla ditotal dengan harga umum, total pembelanjaan untuk material tersebut sekitar Rp 1.345.000,-
    ”Kami menduga ada mark up dalam pembelian matrial, karena yang diterima tak sesuai, dan diduga ada oknum yang main dengan toko matrial. Untuk itu kami berharap pihak Kejaksaan menindaklanjuti laporan kami”pungkas Sumartik.

    Baca juga :  Menuju Indonesia Emas, Disdikbud Kota Mojokerto Lakukan Praktek P5 Guru SMP

    Sementara itu, Rahmad Suhariono Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto mengatakan, program jamban sehat ini mengacu pada Perbup Mojokerto no. 15 tahun 2012 tentang pemberian hibah dan bantuan. Nominal bantuan yang ditetapkan oleh tim teknis konstruksi untuk pembuatan jamban sebesar Rp 3,1 juta, dengan rincian Rp 2,1 juta untuk bahan material, Rp 1 juta untuk ongkos pekerja, dan bantuan diberikan non tunai dari Bank Jatim ke rekening penerima.

    “Jadi program jamban sehat, warga penerima bantuan merupakan penanggung jawab sepenuhnya, pembayaran virtual count dari Bank Jatim ke rekening penerima, “ katanya.

    Rahmad menambahkan, untuk membantu mengawal dan mempermudah penerima bantuan dalam membangun jamban sehat serta membuat pelaporan pertanggungjawaban, pihaknya menyediakan tenaga teknis di lapangan, yakni Tim Fasilitator Lapangan (TFL).

    Baca juga :  Menuju Indonesia Emas, Disdikbud Kota Mojokerto Lakukan Praktek P5 Guru SMP

    ”Agar masyarakat penerima bantuan dipastikan membangun jamban dan tidak memanfaatkan uang bantuan untuk kepentingan lain, maka TFL mendampingi terus penerima, dan menyarankan membentuk kelompok untuk menunjuk toko material, penyedia bahan bangunan, serta kelompok mencari pekerja (tukang),“jelas Rahmad.

    Dijelaskan program jamban sehat dibiayai dari P-APBD Kabupaten Mojokerto tahun 2022, Rp 18 Miliar untuk biaya kontruksi, dan biaya umum 10%. Biaya umum ini tidak diserap semua, jadi totalnya sekitar Rp 20,5 Milliar, dengan penerima sekitar 5.598-an orang, dan ini hanya 3 bulan, dalam perencanaan, estimasi waktu tiap unit itu selama 4 hari.

    “Program jamban sehat ini, kami punya waktu hanya 3 bulan untuk bisa mensukseskan, besaran anggaran 18 M untuk kontruksi pembuatan WC, dan untuk biaya umum 10 persen dipakai administrasi, perencanaan, jadi totalnya 20,5 Miliar,“ tukasnya.(*)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan