Jumat, 19 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriKNPI Kota Kediri Ajak Masyarakat Anti Sara Melalui Moderasi Agama

    KNPI Kota Kediri Ajak Masyarakat Anti Sara Melalui Moderasi Agama

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri kembali mengelar diskusi dengan tema Pemuda anti SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

    ” Agar tidak mudah terhasut isu sara yang dapat memecah belah kerukunan masyarakat. Maka kami dari DPD KNPI Kota Kediri mengadakan pelaksanaan diskusi untuk kedua kalinya di tahun 2022,” ucap Ketua Panitia Asyhari Eko Prayitno, Jumat (23/12/2022) malam.

    Menurutnya, berdasarkan pemaparan dan analisa para tokoh pemateri yang hadir, serta sumber literasi dari segi analisa kerawanan, isu SARA menjadi persoalan sensitif, maka perlu ditanggapi serius.

    Tidak hanya itu, diskusi antara tokoh masyarakat khususnya para pemuda Kota Kediri ini bertujuan mempererat nasionalisme dan tali persaudaraan dalam forum tersebut. Terlebih setelah munculnya insiden geng motor beberapa waktu lalu di wilayah Kediri.

    Mendekati Pemilu serentak 2024, Asyhari juga menyampaikan, generasi muda selaku penerus bangsa, maka harus turut berpartisipasi dalam mewujudkan perjalanan bangsa. Termasuk mensukseskan pesta demokrasi.

    Baca juga :  Jelang Pilkada Serentak, KPU Kabupaten Kediri Gelar Sosialisasi PKPU Nomor 8 Tahun 2024

    Tak lupa ia mengajak elemen pemuda dan tokoh masyarakat Kota Kediri agar menciptakan jalanya pesta demokrasi, berjalan lancar, aman, terbebas isu sara, hoax, serta ujaran kebencian dalam rangka mewujudkan Pemilu yang semakin berkualitas.

    KNPI Kota Kediri Ajak Masyarakat Anti Sara Melalui Moderasi Agama
    Sejumlah peserta dan tamu undangan yang hadir berfoto bersama dengan pengurus DPD KNPI Kota Kediri

    ” Saya mengajak peserta dan masyarakat umum untuk menjadi pionir sebagai pemilih yang cerdas, dan kontestan Pemilu dapat menggunakan cara yang santun, bukan menghalalkan segala cara untuk menang namun program bersaing secara ide, gagasan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Narasumber Acara, Taufik Alamin, menyampaikan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KNPI sebagai organisasi kepemudaan. Terlebih menghadirkan secara langsung pemuda pemudi dari luar Provinsi Jawa Timur yang sedang melakukan kegiatan belajar di Kota Kediri.

    ” Kebetulan di Kediri banyak pemuda pemudi sedang melakukan kegiatan belajar dari luar daerah dengan beragam ras, suku, maupun etnis, sehingga acara ini sangat bagus agar ilmu yang didapatkan dalam diskusi ini hasilnya bisa dibawa ke kampung halaman masing masing,” ujarnya.

    Baca juga :  Puluhan Calon Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kediri Peroleh Beasiswa Mahasiswa Becak Kari

    Pria yang juga akademisi di salah satu Universitas ternama di Kediri ini, ia menilai kondisi pemuda di Kota Kediri sangat aman dan kondusif, terlebih abai akan dinamika atau isu sosial yang negatif. Hal ini dikarenakan cara pandang mereka saat ini lebih bijak dan rasional dalam menelaah persoalan yang sedang berkembang.

    Maka, dalam penyampaian materi ia mengangkat moderasi agama dalam cakupan ke-Bhinekaan di tengah masyarakat. Guna mencegah adanya intoleransi pengaruh dari berkembangnya zaman terlebih di era digital.

    Pentingnya sebuah wadah forum diskusi seperti yang digalang oleh KNPI Kota Kediri ini juga agar pemuda atau masyarakat pada umumnya tidak gagal dalam menelaah sebuah isu atau permasalahan yang berkembang.

    ” Ya ini memang tugas teman-teman untuk memastikan agar komunikasi bisa selalu terhubung dengan baik. Semisal tidak ada kegiatan atau pertemuan yang terkonsep secara baik maka dikhawatirkan pembahasanya tidak terarah, dan juga seberapa besar pengaruh kita untuk mengimbangi jejaring peran media sosial yang semakin berkembang,” terangnya.

    Baca juga :  Pulang ke Tanah Air, Jemaah Haji Asal Kabupaten Kediri Diwarnai Isak Tangis

    Lanjut Taufik, mengatakan, politik identitas ditengah masyarakat juga bisa mempengaruhi kondisi masyarakat terlebih jelang pemilu serentak 2024, maka ia menekankan kepada masyarakat agar cerdas dalam berpolitik, dan tidak larut secara berlebihan euforia pesta demokrasi lima tahunan tersebut untuk mengadaikan suara pilihnya kepada kontestan pemilu.

    ” Saat ini bukan waktunya untuk saling klaim kebenaran tentang persoalan agama apalagi mendekati tahun politik. Untuk itu masyarakat sebagai pemilih harus menunjukkan partisipasinya tidak hanya mencoblos di TPS, melainkan juga harus tegas dalam mengambil komitmen kepada si calon agar bisa mengatasi keluh kesah atau masalah di sekitar lingkunganya bahkan kalau perlu kontrak politik harus ditempuh sebagai nilai daya tawar di kemudian hari bila si calon terpilih,”tutupnya. (*)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan