Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    OpiniPojok TransparansiBabak Baru Sepakbola Indonesia : Menjaga Profesional dengan Sungguh-Sungguh (3)

    Babak Baru Sepakbola Indonesia : Menjaga Profesional dengan Sungguh-Sungguh (3)

    Oleh Djoko Tetuko

    Presiden FIFA Gianni Infantino sudah memberikan dukungan terhadap sepakbola Indonesia, “Tsunami Kanjuruhan” diyakini tidak ada intervensi pemerintah, diyakini bukan karena pelanggaran family fottball (sepakbola dengan manajemen kekeluargaan).

    Sepakbola dengan manejemen kekeluargaan, bukan berarti semua bisa dilakukan dengan semua gue (dengan suka-suka). Mengapa? Filosofi kekeluargaan berarti bahwa kompetisi sebagai pencapaian tertinggi meraih prestai harus dengan menjaga hati nurani semua pemangku kepentingan di sepakbola, tidak ada anak emas, anak perak, atau anak perunggu. “Semua anak berlian”. Ibarat berlian semua digosok dan ditempa melalui proses sangat profesional.

    Pada pertemuan dengan Ketua Umum PSSI dan sejumlah executive committe, Gianni Infantino meminta PSSI sebagai federasi tertinggi sepakbola di Indonesia untuk tenang menghadapi situasi saat ini. Ia juga meminta federasi yang dipimpin oleh Mochamad Iriawan (Iwan Bule) itu untuk fokus melakukan perbaikan agar “Tsunami Kanjuruhan” tidak terulang lagi.

    “Jadi kita harus lebih tenang dalam menghadapi situasi ini. Situasi ini akan mereda dalam sendirinya. Tidak usah fokus terhadap opini orang, tapi kita harus fokus bagaimana ke depannya agar tidak terjadi lagi kejadian seperti di Kanjuruhan, Malang,” kata Gianni Infantino, Selasa (18/10/2022).

    Gianni begitu familiar bermain sepakbola di lapangan Stadion Madya Senayan, Selasa malam, dengan bermain penuh dua babak, dan mampu mencetak gol dengan tendangan terukur.

    Pesan dan kesan Gianni sepakbola di Indonesia adalah passion (gairah besar untuk melakukan sesuatu yang ia suka atau dianggap sangat penting). Menurut Profesor J Vallerand, passion dibagi menjadi dua tipe yaitu passion obsesi serta passion harmoni. Kedua tipe passion tersebut memiliki efek yang berbeda yang dapat berdampak pada seorang individu yang bersangkutan.

    Tipe passion harmoni merupakan passion yang positif. Hal ini dikarenakan seorang individu dapat melakukan suatu hal karena senang, cinta dan seirama dengan hal-hal yang disukai akan suatu hal. Contohnya apabila Anda menjadikan hobi Anda sebagai pekerjaan atau sumber pendapatan.

    Passion harmoni membuat Anda lebih bahagia, karena dalam aktivitas sehari-hari tidak ada konflik antara aktivitas dengan nilai pribadi yang dianut. Sehingga langkah yang akan Anda ambil menjadi terorganisir serta memiliki tujuan yang jelas.

    Sedangkan
    passion obsesi
    adalah faktor eksternal yang menjadi landasan dan dorongan dari aktivitas Anda, contohnya mendapatkan gaji untuk dapat menafkahi keluarga.

    Berbeda dengan passion harmoni yang akan membuat Anda bahagia, passion obsesi merupakan passion yang membuat Anda terpaksa untuk menjalani suatu aktivitas, walaupun tidak sesuai dengan nilai pribadi Anda. Sehingga efeknya akan membuat Anda seperti robot atau kaku karena Anda tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol hasil akhir yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda.

    Suporter Indonesia dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini, tumbuh dan berkembang begitu pesat dengan mencontoh suporter di negara-negara kiblat sepakbola seperti Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda dan sejumlah negara dengan suporter fanatik.

    Suporter fanatik memang sangat dibutuhkan, tetapi kata Ignatius Indro, Koordinator Suporter Timnas, menyebutkan suporter belum dimanusiakan. Ketua Umum KONI Jatim meminta penjelasan detail soal suporter tidak dimanusiakan. Namun dengan UU Keolahragaan sudah memasukkan pasal tentang suporter, bahkan berpeluang masuk dalam bagian klub, ke depan akan lebih sportif dan profesional.

    Tentu tidak bermaksud berdebat soal suporter belum dimanusiakan. Tetapi sebagai negara dengan pengakuan Presiden FIFA sepakbola adalah passion, sudah pasti ada yang berangkat sebagai suporter dengan passion harmoni, tetapi juga ada yang berniat menjadi suporter obsesi.

    “Indonesia adalah negara sepak bola. Sepak bola adalah passion di sini. Mereka mencintai sepak bola.
    Maka ketika mereka menonton sepak bola di stadion, mereka harus aman,” tandas Gianni.

    PSSI sebagai federasi tertinggi dalam membina sepakbola di Indonesia, harus mau melakukan perbaikan-perbaikan dengan sungguh-sungguh, melaksanakan sepakbola dengan manejemen profesional secara sungguh-sungguh. Membentuk keluarga sepakbola sungguh-sungguh kebahagiaan.

    Prof Dr Muchlas Samani M.Pd pada sarasehan “Damailah Sepaboka Indonesia” menyatakan bahwa olahraga membangun karakter bangsa, berarti membangun kebersamaan, membangun jiwa mandiri, membangun jiwa sportif. Sebab karakter itu pembiasaan kemudian berubah menjadi kultur atau budaya.

    Babak baru sepakbola Indonesia, membutuhkan kebaruan dalam menejemen sepakbola keluarga, sehingga seluruh keluarga sepakbola bersama-sama dengan sungguh menjaga harkat dan martabat sepakbola menjadi lebih mulia, dan menjalankan amanah statuta adalah segala-galanya. (bersambung)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan